Redaksi dan Kontak

Pemimpin Umum

Erros Djarot

 

Pemimpin Perusahaan

Frans ABA

 

Pemimpin Redaksi / Penanggung Jawab

M. Sarwani

 

Redaktur Senior

Dhia Prekasha Yoedha

 

Redaksi

Pril Huseno, Ade Irwansyah, Yuyun Wardhana, Maryono, Yusuf Rinaldy

 

Kontributor

Siswanto Cemonk, Yenglis Dongche, Farida Indriastuti, Wina Tryanita Sari, Amos Sury El Tauruy, Galuh Ratnatika

 

Kolumnis

Erros Djarot, Lukas Luwarso, Suwidi Tono, Farid Gaban, Slamet Rahardjo Djarot, Anthony Budiawan, Christianto Wibisono, Jimmy Radjah, Siti Zuhro, M Najib, M. Sarwani, Achmad Fuad

 

Sahabat Redaksi

Satrio Arismunandar, Afnan Malay, AS Laksana, Syamsunar, Linda Djalil, Diba Aries, Mohammad Anis, Mira Djarot, Hamid Basyaib, Tri Rahardjo, Janoe, Ade Meirizal Zulkarnain, Sayuti AsSyatiri, Melani Morrison (Australia), Dirson Nukman (Jerman), Anda Djuana (Perancis), Fitra Ismu (Mexico), Indah Nuritasari (Philadelphia, USA)

 

Karikatur

Muid

 

Sekretariat Redaksi

Ahmad Kanedi

Oggy Soepardan

Jumari

 

Alamat

Jl Penjernihan I No 50, Jakarta Pusat 10210. Telepon: +62 21 7388 0267

 

Email

Redaksi: redaksi@watyutink.com

Opini: opini@watyutink.com

Karier: karier@watyutink.com

Iklan: sales@watyutink.com


Prosedur Hak Jawab

Email ke redaksi@watyutink.com dengan subjek: HAK JAWAB.

close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Tabrani Yunis

Pengelola majalah POTRET dan Majalah Anak Cerdas. Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh

FOLLOW US

People Power and Power of Love             Polisi Tak Boleh Berpolitik             Laksanakan Reformasi Perpajakan Secara Konsekuen             Tunjukkan Sikap Politik yang Matang             Menagih Janji Deregulasi dan Perbaikan Infrastruktur Investasi             Perlu Inventarisasi Perundangan dan Peraturan             Bukan Jumlah Peraturan Tapi Korupsinya Yang Penting             Sektor Pertanian Masih Gunakan Paradigma Lama             Gelombang Spekulasi Politik             Demokrasi Tanpa Jiwa Demokrat