BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Psikolog Klinis Forensik/Humas Asosiasi Psikologi Forensik/Humas Ikatan Psikologi Klinis
Anak Memiliki Bakat dan Kecerdasan yang Berbeda

Anak adalah karunia Tuhan yang sangat berharga. Mereka terlahir dengan tipe karakteristik dan keunggulan masing-masing. Berdasarkan teori Howard Gardner, mereka memiliki kelebihan dan kecerdasan yang berbeda-beda. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yakni linguistik, logika matematika, intrapersonal, interpesonal, musik, visual dan spasial, kinestetik, serta alamiah.

Dalam hal ini, dimana esports mulai menjalar ke dalam dunia pendidikan, saya bisa memahami jika ada kekhawatiran dari orangtua akan bahaya adiksi game online. Akan tetapi, perlu dibedakan antara anak-anak yang memiliki bakat atau keunggulan untuk berprestasi di bidang-bidang yang berbeda, dengan mereka yang berprestasi dalam bidang akademik.

Sistem pendidikan kita sendiri harus mampu mengakomodasi kebutuhan generasi masa depan. Dunia Sudah banyak berubah. Begitu banyak pekerjaan hilang, berbagai usaha lenyap, berganti dengan jenis baru sebagai akibat dari revolusi industri 4.0.

Pendidikan model hafalan yang hanya mengutamakan kecerdasan verbal, analitis, serta matematis saja tidak cukup untuk mengakomodasi berbagai potensi kecerdasan anak yang lain, terutama untuk memberikan peluang kreativitas. Karena pada dasarnya, menjadi pintar tidak harus di bidang-bidang tertentu saja, bisa cerdas dalam bidang musik, seni, interpersonal, fisik, linguistik, matematis, dan sebagainya.

Sementara itu, sisi positif game untuk melatih kecepatan mata tangan, tentu baik untuk kelompok anak dengan keunggulan ini. Namun bukan berarti bisa digunakan sebagai alasan untuk anak sekadar bermain dan bermimpi untuk berprestasi tanpa diikuti disiplin belajar dan rencana belajar yang jelas dan produktif. Adiksi game sendiri juga perlu dibedakan antara yang memang berprestasi dan tidak. (grh)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol