BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Eksekutif Indonesian Parliamentay Center
Demokrasi Itu Berproses

Apa tujuan dari pengembalian proses pilkada kepada DPRD? Ini pertanyaan penting yang harus dijawab. Kalau pejabat yang terpilih sebagai kepala daerah korupsi dan lain sebagainya, kenapa tidak melihat kepala daerah yang inovatif dan mampu menyelesaikan masyarakat?

Kalau melihat biaya demokrasi yang tinggi dalam proses pilkada langsung, politik uang dan jual beli suara. Dalam pilkada tidak langsung juga berpotensi terjadi hal yang sama, tentu dengan modifikasi yang berbeda.

Lalu apa yang hendak diselesaikan dengan wacana mengembalikan pilkada tidak langsung? Sebab pilkada langsung pada dasarnya untuk menjawab representasi dan mandat. Jika DPRD disebut sebagai representasi rakyat dalam lembaga legislatif daerah, maka sudah selayaknya eksekutif juga memperoleh mandat sekaligus representasi dari rakyat juga. Inilah yang hendak dijawab oleh demokrasi langsung. Representasi!

Artinya, dengan adanya pilkada dengan pelan-pelan memberikan pendidikan politik kepada warga negara dan mendorong mereka untuk memahami dan berpartisipasi politik dalam kehidupan keseharian.

Jika hendak mengevaluasi pilkada langsung, maka hal pertama yang harus dievaluasi adalah kaderisasi dan strategi parpol dalam mengusung kandidat, pendanaan partai politik dan strategi pemenangan. Bagaimanapun, rakyat tinggal memilih menu KPU yang terdiri dari sejumlah pasangan calon untuk dipilih. Evaluasi selanjutnya adalah bagaimana KPU menciptakan pencalonan yang menghadirkan calon lebih dari satu dan memberikan informasi-informasi tentang calon agar masyarakat memahami track record-nya.

Pemilu sebagai sarana sistem pembangunan representasi politik, maka sudah cukup tepat memilih kepala daerah melalui pemilihan langsung oleh rakyat. Kalau di sana-sini masih ada kekurangan dalam pelaksanaa pilkada langsung tidak lantas mengganti sistem, tapi harus memperbaikinya. Sebab demokrasi itu proses yang panjang. (mry)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF