BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Ancamanya

Menurut saya, penambahan kodim baru harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah dan sesuai ancamannya. Penambahan kodim baru ini memang dibutuhkan di Indonesia bagian timur. Akan tetapi tentu harus dikengkapi kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) pasukannya.

Para prajurit atau pasukan ini tidak hanya piawai dalam kemiliteran, akan tetapi juga bagaimana memahami budaya setempat. Pendekatan budaya menurut saya juga merupakan unsur penting untuk menghadapi masalah di wilayah itu.

Terkait urgensi pembentukan 31 Kodim baru ini, menurut saya harus dilihat dan diukur kebutuhannya dan juga dari tingkat ancamannya. Jika belum sebanyak 31 kodim ya jangan dipaksakan.

Penambahan 31 Kodim di wilayah Indonesia Bagian Timur dapat dipandang sebagai rangkaian pembentukan Kotama Operasional TNI. Seperti diketahui sebelumnya ada 4 Kotama Operasional yang dibentuk di awal kepemimpinan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yakni Divisi lll Kostrad, Koarmada lll, Koopsau lll dan Pasrat 3. Pembentukan Kotama Operasional tersebut merupakan antisipasi pemerintah atas dinamika lingkungan strategis di Samudera Pasifik dan pengaruhnya atas kondisi di wilayah Indonesia Bagian Timur.

Pembentukan 31 Kodim tersebut merupakan satu rangkaian dari kelanjutan pembentukan Kotama Operasional TNI untuk menyelenggarakan fungsi teritorial. Kondisi Papua dengan masih berjangkitnya wabah separatisme menjadi pertimbangan yang dominan atas upaya pemerintah menjaga keutuhan NKRI.

Pembentukan 31 Kodim tersebut besar kemungkinan dapat dipahami seluruh masyarakat Indonesia jika dibarengi dengan upaya pengurangan Kodim di wilayah Indonesia Bagian Barat dan Bagian Tengan yang sekian lama relatif keamanannya stabil. Perimbangan bentukan baru Kodim dengan likuidasi sebagian Kodim di Jawa dan Sumatera dapat diproyeksikan ke Ternate, Papua dan sekitarnya.

Perimbangan tersebut patut dilaksanakan Mabes TNI AD agar transparansi TNI AD dapat diterima masyarakat luas sekaligus menjaga neraca keuangan negara. Mabes TNI AD patut menghitung biaya operasional 31 Kodim baru tersebut dengan output yang diinginkan secara akuntabel dan kredibel.(mkn)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)