BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Investor Asing Dominan Pengaruhi Rupiah

Rupiah akan mengalami fluktuasi naik dan turun karena pengaruh global dan domestik. Pada saat perundingan antara AS dan China tidak mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan perang dagang, investor asing lari dari Indonesia, tetapi beberapa waktu kemudian datang kembali.

Dalam situasi global seperti itu rupiah masih berpotensi untuk naik dan turun ke depan. Oleh karena itu Indonesia harus bisa menjaga kondisi di dalam negeri agar tidak muncul isu-isu negatif. Pemerintah juga perlu memberikan peluang ke depan  sehingga investor yang akan menempatkan dananya di Tanah Air mendapatkan kejelasan mengenai investasi mereka.

Indonesia masih tergantung kepada investor asing. Jika mereka pergi dengan membawa uangnya, rupiah langsung terpuruk. Sebaliknya, saat investor luar negeri masuk, rupiah kembali membaik.  Kondisinya selalu seperti itu.

Investor asing mengetahui Indonesia mengalami defisit dalam neraca perdagangan dan adanya kerusuhan pada 21-22 Mei 2019, namun mereka berpendapat demonstrasi  di Indonesia tidak seperti di negeri lain yang bisa meluas ke seluruh negara karena perbedaan karakter orangnya.

Investor asing melihat masih banyak peluang berusaha seperti pembangunan infrastruktur yang masih akan dikembangkan, pasarnya juga besar, sehingga investasi di saham dan obligasi masih memberikan ruang keuntungan.

Investor asing masih berorientasi jangka pendek dengan membeli saham dan obligasi, belum beralih ke investasi jangka panjang. Kondisi ekonomi akan baik jika investor sudah menunjukkan indikasi berorientasi jangka panjang.

Investor belum berbicara mengenai ekonomi jangka panjang. Mereka masih berorientasi pada aksi ambil untung yang bersifat jangka pendek. Pada saat harga saham turun mereka membeli  dan menjualnya kembali saat harga tinggi. (sar)

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Gigin Praginanto

Pengamat Kebijakan Publik, Wartawan Senior

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FX Sugiyanto, Prof.

Guru Besar Universitas Diponegoro

FOLLOW US

Kematian Petugas KPPS Tidak Ada Yang Aneh             Memerangi Narkoba Tanggung Jawab Semua Pihak             Pendekatan yang 'Teenager Friendly'             Pendampingan Tiga Tungku             Perda Dulu Baru IMB             Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan             Kematian Petugas Medis; Pemerintah Harus Berbenah             Daerah Terpencil Sebagai Indikator Keberhasilan             Resiko Petugas Sosial             Kebijakan RI Perbanyak Barang Impor Masuk