BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Dosen Hubungan Internasional & Sekretaris Jurusan Ilmu Politik, FISIP UNCEN, Jayapura, Papua.
Kelalaian Negara dalam Misi Kemanusiaan

Kematian seorang petugas medis, Mantri Patra yang diutus oleh negara dalam misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat pedalaman Papua berakhir dengan tragis. Kematian Patra menambah catatan sejumlah mereka yang juga telah menjadi gugur dalam tugas di daerah terpencil.

Peristiwa ini harus menjadi catatan serius Presiden Jokowi, DPR RI, DPR Papua dan Daerah Kapubaten/Kota di Papua dan Kinerja Kementerian Kesehatan RI bertanggungjawab dan mengambil langkah untuk melakukan reformasi birokrasi dan penataan manajemen terkait program unggulan tersebut.

Beberapa catatan kritis: pertama, saya mengamati, di dalam instansi kesehatan baik pusat, Kementerian hingga daerah belum memiliki sistem dan strategi pelayanan kesehatan di daerah terpencil dengan maksimal. Kedua, program pengiriman tenaga medis ke daerah terpencil masih bersifat project, belum menjadi prioritas unggulan.

Sebagai program pemerintah untuk pengiriman petugas tenaga kesehatan ke daerah terpencil terutama di Papua yang medannya sangat berat. Jika perlu, yang dikirim adalah putra daerah asal Papua, sehingga bisa mampu bertahan secara fisik di daerah-daerah yang memiliki ancaman penyakit seperti Malaria.

Kementerian Kesehatan perlu melakukan pembenahan, pertama Kemenkes RI harus melakukan evaluasi dan perlu mekanisme kordinasi dengan pemerintah daerah. Kedua,  perlunya lembaga independen lokal dan nasional yang semestinya ikut mengawasi program tersebut.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dalam bidang Antropologi Papua dan Fakultas  Kedokteran Universitas Cenderawasih tentu harus dilibatkan, sebagai perencana dan penyiapan sistem emergency local dalam mengantisipasi situasi yang berbahaya di medan kerja yang terisolasi dan terbatas akses komunikasi.

Dengan demikian, kita berharap kedepannya jangan lagi ada petugas kesehatan yang menjadi korban, hanya karena management pemerintah yang kurang responsif dengan aspek keselamatan diri petugas sosial yang ditugaskan. (yed)

SHARE ON
close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nanang Djamaludin

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Keayahbundaan dan Perlindungan Anak.

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Rekonsiliasi ala Amien Rais Tidak Beretik Demokrasi             Indonesia Butuh Rupiah Kuat             Pembangunan Kodim untuk Wilayah 3T Urgen             Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Ancamanya             Rekonsiliasi Transaksional Rusak Mental Bangsa             Tak Ada Rekonsiliasi Tanpa Power Sharing             Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan