BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk

Peringkat dan skor daya saing Indonesia  dalam Indeks Daya Saing Global 2019 turun. Terlepas bahwa negara lain naik atau turun peringkatnya, yang jelas Indonesia turun. Ada negara yang turun peringkat tapi skornya naik. Skor naik saja tidak menjamin peningkatnya naik, apalagi jika skornya  turun.

Jika dikelompokan dari 12 pilar penilaian World Economic Forum (WEF) dapat dibagi dalam dua sisi yakni konsumsi dan produksi. Sisi produksi yang menjadi faktor fundamental mengalami penurunan peringkat dan skor, seperti implementasi teknologi informasi dan komunikasi, tenaga kerja, keterampilan, dan kemampuan berinovasi.

Penurunan peringkat dan skor beberapa pilar tersebut menunjukkan bahwa upaya dan kebijakan pemerintah dalam satu tahun terakhir tidak berdampak pada peningkatan daya saing, malah menurun.

Pemerintah sibuk sendiri dengan urusan di luar peningkatan daya saing, bagaimana memperbaiki masalah-masalah struktural. Tahun lalu ada pemilu yang mungkin membuat pemerintah mengesampingkan  persoalan daya saing, lebih mendahulukan kepentingan yang bersifat politis.

Pembangunan infrastruktur saja tidak cukup.  Ada pilar lain seperti SDM/tenaga kerja, implementasi teknologi informasi dan komunikasi, keterampilan, dan kemampuan berinovasi yang merosot.

Jika peningkatan daya saing dikaitkan dengan susunan kabinet mendatang, maka pemerintah perlu menjaga kepercayaan dan keyakinan publik dan dunia internasional bahwa tim kabinet yang dibentuk nanti lebih baik dari yang sebelumnya.

Posisi strategis di bidang ekonomi  harus diisi oleh orang-orang yang mampu secara pengetahuan, juga cakap dalam melakukan koordinasi, kerja sama tim, tidak sendiri-sendiri, dan tidak ego sektoral. Bahkan diisukan akan ada perubahan nomenklatur dengan menggabungkan atau memecah kementerian. Namun perubahan nomenklatur tidak menjamin masalahnya selesai karena ada tantangan baru yang muncul.

Pemerintah mengetahui kelemahan dalam beberapa pilar penilaian tingkat daya saing, namun kebijakan yang diambil tidak konfrehensif, parsial, dan tambal sulam, sehingga ketika pilar yang satu ditambal, pilar lain berlubang. Dalam jangka panjang tidak berkelanjutan. (msw)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

14 November, Hari Diabetes Sedunia

0 OPINI | 14 November 2019

Mie Instan Plus Krupuk, Picu Obesitas

0 OPINI | 15 November 2019

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas