BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia
Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)

Harus dipahami terlebih dahulu, bahwa Non tariff Measure (NTM) bukanlah instrumen untuk mendorong ekspor. NTM adalah instrumen untuk membentengi pasar impor dalam negeri. 

Saat ini dunia memang sudah memasuki era globalisasi dan kebetulan kebijakan kita dalam perdagangan internasional sudah “sangat liberal”. Indonesia sudah melakukan banyak perjanjian perdagangan internasional dimana di dalamnya kita banyak memberikan kemudahan dengan tarif bea masuk non persen. Jadi, pintu masuk ke barang impor sudah sangat terbuka.

Negara lain memang juga melakukan hal serupa dalam memberlakukan tarif impor untuk barang-barang Indonesia, equal dengan tarif impor yang rendah.

Tetapi masalahnya, kebijakan Indonesia tidak diiringi dengan kajian yang lengkap terkait dengan produk-produk andalan dalam negeri. Seringkali setelah pasar dalam negeri dan pasar negara pengimpor juga membuka pasarnya, tetapi untuk masuk ke pasar mereka seringkali Indonesia tidak didukung dengan produk-produk unggulan yang berdaya saing. Sehingga manfaat dari perjanjian itu tidak optimal. Impornya naik sementara Indonesia kesulitan untuk ekspor.

Hal itu karena apa yang diperjanjikan seringkali tidak cocok dengan produk unggulan nasional. Sementara industri kita juga sedang mengalami penurunan dan kita kekurangan produk untuk ekspor. Celakanya, kita sudah membuka pasar Indonesia selebar-lebarnya sehingga Indonesia menjadi pasar impor negara lain.

Hal itulah kiranya, inti dari message yang disampaikan oleh KADIN. Dimana setelah membuka pasar impor, hendaknya Indonesia juga harus membentengi pasar dalam negeri dengan aturan NTM. Persisnya, menyaring barang-barang apa saja yang diizinkan untuk masuk. Boleh masuk dengan bebas bea, tetapi dengan beberapa syarat yang harus dipatuhi.

Jadi NTM sebetulnya memang diutamakan untuk membentengi pasar impor Indonesia yang sudah terlalu terbuka lebar. Sementara negara lain, memang menerapkan non persen untuk tarif, tapi NTM nya menerapkan banyak hal antara lain masalah lingkungan, HAM dan lain-lain.

NTM tidak akan mendorong ekspor tetapi menyeleksi barang-barang yang masuk.

Untuk Pasal NTM sudah sering disuarakan sejak dulu, hanya sekarang memang kita perlu mengoptimalkan NTM. (pso)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

14 November, Hari Diabetes Sedunia

0 OPINI | 14 November 2019

Mie Instan Plus Krupuk, Picu Obesitas

0 OPINI | 15 November 2019

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Fithra Faisal Hastiadi, Dr., S.E., MSE., M.A

Direktur Eksekutif Next Policy, Dosen FEB UI

Andry Satrio Nugroho

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Tidak Pada Tempatnya Meragukan Data BPS             Harus Disadari, Ada Akar Masalah yang Tidak Diselesaikan             Sektor Konsumsi Harus Tetap Didorong             Data Angka Konsumsi dan Investasi Masih Menunjukkan Peningkatan             Rakyat Harus Diuntungkan dalam Jangka Pendek             Jangan Kejar Target Pembangunan Fisik Saja             Kemampuan Investasi dalam Menyerap Tenaga Kerja Semakin Rendah             Sektor UKM Masih Bisa Diandalkan             Masih Harus Banyak Dilakukan Pembenahan             Tantangan Besar Meningkatkan Tenaga Kerja Menjadi SDM Berkualitas