BACK TO TOPIC
OPINI PENALAR
Bloger - Pengamat Media Sosial dan Teknologi Informasi
Saatnya Perusahaan Old School Transformasi ke Dunia Digital

Buat saya, karena sudah terjadi (laporan ke polisi), sebaiknya kasus Garuda dengan Rius ini diselesaikan dengan kekeluargaan saja. Anggap saja kasus ini opportunity (kesempatan) promo gratis untuk Garuda, sedang buat YouTuber-nya ini bisa jadi momen buat promo channel YouTube-nya.

Sebenarnya kasus ini agak aneh. Dalam arti yang melaporkan bukan (perusahaan) Garuda, melainkan serikat karyawan, dan kemudian juga, setahu saya, untuk kasus pencemaran nama baik, harus individu yang dirugikan, bukan korporasi. 

Yang saya tahu, perusahaan Garuda Indonesia cukup tahu tentang (dunia) digital dari sisi komunikasi, teknologi dan pemanfaatannya juga. Namun terkadang, karena perusahaan itu orangnya banyak, jalur approval-nya atau rantai komandonya beda-beda. Untuk buat memo larangan atau yang diubah jadi himbauan serta ada legal action (langkah hukum) segala, seharusnya tak semudah itu.

Dalam perusahaan, legal action harus dikonsultasikan dulu dengan bagian legal perusahaan. Karena efeknya bisa jauh. Saya dengar saham Garuda jatuh kemarin, berarti kan mereka rugi. 

Tentang pelarangan foto itu juga aneh, karena sekarang semua orang pegang handphone yang ada fotonya. Mungkin memo larangan itu dibuat terburu-buru. Seharusnya segera dikoreksi saja, minta maaf. Atau lagi mending PR Garuda undang YouTuber-nya makan-makan, undang media, selesai persoalannya.  

Bila ada yang usul Garuda dijual saja ke start-up super apps, tidak sesederhana itu. Bidang bisnisnya kan beda. Garuda mengoperasikan sebuah maskapai, ada benda fisik pesawat yang harus diurus berbagai sisinya yang bikin pening kepala sendiri. Berbeda dengan perusahaan penyedia layanan tiket yang sifatnya lebih fokus ke software. 

Tapi menarik juga, di perusahaan gaya lama yang istilahnya "old school", bila kita ingin pakai istilah itu, memang sudah saatnya terjadi transformasi digital. Terkadang, BUMN-BUMN yang sudah puluhan tahun berdiri ini gayanya mirip PNS juga, padahal PNS-nya sendiri sedang bertransformasi. Padahal, BUMN ini perlu segera beradaptasi dengan zaman. 

Contohnya Garuda, data pelanggan itu bisa dimanfaatkan maksimal. Memang ada aplikasi Garuda, tapi mungkin fokus perusahaan masih pada operasional. Padahal banyak perusahasn yang kini punya divisi digital business, bagaimana mengembangkan profit dari sisi digital. 

Itu sudah dilakukan perusahaan lain. Contohnya Air Asia. Untuk memotong cost, mereka menyediakan pembelian tiket hanya secara online. (ade)

SHARE ON
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol