Emoji, Climoji, Coronamoji
Amanda Katili Niode, Ph.D.
Manager, Climate Reality Indonesia
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi Muid Watyutink.com 17 July 2021 09:00
Watyutink.com - Emoji, gambar atau ikon digital kecil yang digunakan untuk mengekspresikan ide atau emosi, kini hampir selalu ada dalam pesan-pesan elektronik melalui platform seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan Twitter.

Lima emoji yang paling populer menurut Emojipedia adalah hati biru yang menggambarkan hati yang netral, hati merah sebagai luapan cinta dan romansa, serta gemerlapan (glitter) sebagai indikasi sentimen positif seperti kebahagian dan kegembiraan. Selain itu juga ada api yaitu ekspresi metaforik sesuatu yang menyala, serta wajah dan mata yang tersenyum dengan pipi bersemu merah yang berarti kebahagiaan sejati dan kehangatan.

Pengguna emoji sangat beragam, termasuk Gen Z, pelaku usaha, para pemimpin dunia, dan pastinya para pesohor. Lebih dari 700 juta emoji digunakan di pesan Facebook setiap hari. Pada pertengahan 2015, setengah dari semua pesan di Instagram menyertakan emoji. Sementara itu, menurut twitter, satu dari lima tweet sekarang berisi emoji.

Qiyu Bai, peneliti dari Renmin University of China dan rekan-rekannya mempelajari sejumlah hasil penelitian untuk menjawab pertanyaan, apa yang memotivasi orang menggunakan emoji.

Kesederhanaan, kenyamanan, dan kekuatan untuk ekspresi emosional adalah motivasi utama pengguna emoji. Secara khusus, emoji dapat membantu mengekspresikan diri, dan menenangkan suasana hati.

Emoji juga digunakan dalam komunikasi untuk interaksi, termasuk membangun nada emosional, mengurangi ambiguitas wacana, meningkatkan kesesuaian konteks dan mengintensifkan atau melemahkan tindak tutur.

Selain itu, emoji juga digunakan untuk menyapa, menjaga dan meningkatkan hubungan sosial sekaligus memperkuat komunikasi dalam sebuah platform. Namun, beberapa peneliti menunjukkan bahwa emoji juga dapat digunakan untuk penipuan.

Hari ini, 17 Juli diperingati sebagai World Emoji Day – Hari Emoji Sedunia, untuk promosi penggunaan emoji dan menyebarkan kegembiraan yang dibangkitkan oleh emoji bagi masyarakat luas. Hari Emoji Sedunia dirayakan dengan ragam cara. Beberapa orang mengadakan pesta atau acara serta mengunggah pesan di media sosial. Ada juga yang menciptakan karya seni emoji, menggunakan kostum emoji, dan membuat kue dengan dekorasi emoji.

Emoji berkembang menjadi sarana ekspresi emosi dalam berbagai topik, termasuk climoji (climate emoji), yang menggambarkan keputusasaan, harapan, dan solidaritas terkait perubahan iklim.

Marina Zurkow, seniman media dari New York University yang bersama seniman lainnya membuat climoji, merancang penyebab, dampak dan solusi perubahan iklim menjadi ikon kecil sebagai pernyataan tunggal yang padat pesan.

Beberapa contoh climoji adalah masalah berupa banjir dan kebakaran hutan. Sedangkan untuk menyikapinya antara lain dengan menggunakan energi angin, dan menjaga hutan.

Seberat apapun masalah yang ada, menurut Marina, pop culture memiliki kapasitas untuk menghubungkan audiens dengan masalah sulit tanpa kata-kata, namun dapat mengangkat emosi dan humor. Ketika perubahan iklim memasuki bahasa yang umum, termasuk bentuk yang dapat dikenali seperti emoji, maka perhatian terhadap keadilan lingkungan akan bertambah.

Pandemi Covid-19 menyebabkan penggunaan emoji terkait, yang juga disebut coronamoji, sangat meningkat. Khususnya emoji berupa mikroba, wajah yang menggunakan masker, serta jarum suntik ilustrasi vaksinasi.

Philip Seargeant, pengajar The Open University, menulis untuk The Conversation tentang 5 hal bagaimana emoji mencerminkan budaya baru karena adanya pandemi.

Pertama adalah wajah dengan masker medis. Kedua adalah anti masker, khususnya di Negara Barat, sebagai protes terhadap kewajiban menggunakan masker.  Ketiga, kepedulian, seperti emoji dengan wajah tersenyum sedang memeluk hati. Keempat,  kampanye kesehatan masyarakat, yang digambarkan antara lain dengan emoji wajah tertawa, atau berdansa. Sedangkan kelima, emoji pasca-Covid yang sekarang belum terbayang bentuknya.

Bagaimana memahami lebih dari 3500 emoji yang sesuai dengan sistem pengkodean karakter, The Unicode Standard, agar pengguna tidak salah mengirim suatu ekspresi? Saat ini situs referensi tentang informasi emoji terkini, lengkap dengan semua gambarnya, adalah Emojipedia.

SHARE ON
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF