Menyambut Tahun Bebuahan dan Sayuran
Amanda Katili Niode, Ph.D.
Manager, Climate Reality Indonesia
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi Muid Watyutink.com 16 January 2021 10:00
Watyutink.com - “Papaya, mangga, pisang, jambu. Dibawa dari Pasar Minggu. Di sana banyak penjualnya. Di kota banyak pembelinya,” demikian penggalan dari “Papaya Cha Cha” sebuah lagu ceria yang diciptakan dan dinyanyikan Adikarso tahun 1955.

Lagu yang hingga kini tetap populer bagi anak dan dewasa itu, semestinya membuat masyarakat Indonesia selalu mencintai dan mengonsumsi buah-buahan lokal.

Namun, merujuk Survei Sosial Ekonomi Nasional terakhir oleh Badan Pusat Statistik, konsumsi gabungan buah dan sayur penduduk Indonesia hanya sekitar 210 gram per orang per hari. Idealnya, untuk hidup sehat, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar setiap orang menyantap setidaknya 400 gram per hari, dengan rincian 250 gram sayur  dan 150 gram buah.

Buah-buahan dan sayuran adalah sumber serat makanan, vitamin dan mineral, serta fitokimia yang bermanfaat. Juga memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan, termasuk memperkuat sistem kekebalan yang penting untuk memerangi kekurangan gizi, dan juga mencegah penyakit seperti kanker, diabetes, tekanan darah dan kolesterol tinggi.

Untuk meningkatkan kesadaran tentang peran penting buah dan sayuran dalam gizi manusia, ketahanan pangan dan kesehatan, serta dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), maka Perserikatan bangsa-bangsa mencanangkan International Year of Fruits and Vegetables 2021 - Tahun Internasional Buah-buahan dan Sayuran 2021.

Untuk itu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) merinci perlunya berbagi informasi praktik terbaik terkait  promosi konsumsi dan produksi buah dan sayuran secara berkelanjutan, dan penyempurnaan proses yang lebih ramah lingkungan dari hulu ke hilir. Juga perlu diangkat pentingnya integrasi petani kecil termasuk keluarga petani ke dalam produksi lokal, regional, dan global. Selanjutnya, memperkuat kapasitas semua negara, khususnya negara berkembang, dalam memerangi susut dan limbah bebuahan dan sayuran.

FAO menyadari bahwa setiap negara menghadapi tantangan tersendiri di sektor buah-buahan dan sayuran, berdasarkan kondisi lingkungan, ekonomi dan sosial masing-masing. Konsumsi rendah terus menjadi masalah karena ketidak mampuan membeli maupun memperoleh produk.

Sebagian solusinya termasuk meningkatkan produktivitas sehingga dapat mengurangi intensitas sumber daya yang diperlukan untuk produksi dan menurunkan biaya yang harus ditanggung oleh konsumen maupun planet Bumi. Mengurangi kerugian dan pemborosan dalam rantai nilai (value chain) juga bisa menurunkan jejak karbon penyebab krisis iklim dan dapat menghemat uang konsumen.

Kebijakan yang kondusif berdasarkan data akurat, kemitraan, dan pengembangan kapasitas akan menjadi kunci dalam promosi produksi yang berkelanjutan dan konsumsi produk segar.
 
Ditambah lagi, COVID-19 telah menunjukkan pentingnya rantai nilai yang pendek dan inklusif - termasuk untuk buah dan sayuran - sebagai cara untuk memberikan peluang pasar yang lebih baik bagi keluarga petani di daerah perkotaan dan pinggiran kota.

Sejalan dengan Tahun Buah-buahan dan Sayuran Internasional 2021, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian mengatakan bahwa tahun ini Kementeriannya mengembangkan 1000 Kampung Hortikultura yang terdiri dari Kampung Buah, Kampung Sayuran, dan Kampung Tanaman Obat, serta Kampung Florikultura.  

Selain untuk meningkatkan produksi, Kampung Hortikultura bertujuan menekan angka pengangguran melalui pembukaan lapangan kerja produktif, sekaligus menggerakkan perekonomian desa. Rencananya, satu kampung akan memperoleh benih bermutu, pupuk organik, pupuk anorganik, dan pengendali organisme penganggu tanaman yang ramah lingkungan untuk luasan 10 hektar per kampung.

Buah-buahan dan sayuran sangat berperan dalam meningkatkan keanekaragaman hayati, menciptakan lingkungan keberlanjutan, dan menambah mata pencaharian petani serta yang bekerja di sepanjang rantai nilainya. Dalam hal ini Indonesia termasuk Negara beruntung karena memiliki paling tidak 250 jenis sayuran dan 450 macam buah-buahan.

Senandung “Papaya Cha Cha” ciptaan Adikarso memang perlu selalu dilantunkan. “Papaya, jeruk, jambu, rambutan, duren. Duku, dan lain-lainnya. Marilah, mari kawan-kawan semua. Membeli buah-buahan.”
 

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI