Peringatan Terakhir Soal Iklim
Amanda Katili Niode, Ph.D.
Direktur, Climate Reality Indonesia
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi Muid Watyutink.com 23 October 2021 10:30
Watyutink.com - Manusia dan makhluk lainnya kini hidup dalam keadaan darurat iklim. Hal terburuk apakah yang akan terjadi? Akankah peradaban runtuh? Apakah kita sudah melewati point of no return, dan tidak dapat kembali ke kehidupan yang layak seperti semula? Masa depan seperti apa yang akan dihadapi oleh anak-anak dan keturunan kita?

Serangkaian pertanyaan di atas berkecamuk di benak Mark Lynas. Ia seorang penulis enam buah buku tentang lingkungan hidup, yang naskahnya dimuat media New York Times, Washington Post, Wall Street Journal, Guardian dan CNN.com.

Buku terakhirnya Our Final Warning: Six Degrees of Climate Emergency yang diterbitkan pertengahan tahun ini memetakan kemungkinan konsekuensi dari pemanasan global dan bencana iklim yang akan terjadi. Ini merupakan pemutakhiran dari bukunya tahun 2007 berjudul Six Degrees: Our Future on a Hotter Planet yang telah diterjemahkan ke 22 bahasa dan diadaptasi menjadi siaran dokumenter di National Geographic Channel.

Kemajuan teknologi dan kegiatan manusia, seperti perubahan tata guna lahan yang masif dan penggunaan bahan bakar fosil yang eksesif, sejak revolusi industri menyebabkan suhu bumi semakin meningkat. Meskipun data yang ada bervariasi, beberapa literatur menyatakan suhu rata-rata global pra-industri adalah 13,8ºC. 

Lynas yang mengerjakan buku terakhirnya selama tiga tahun, menyisir ribuan publikasi ilmiah dan menggambarkan kenaikan suhu bumi dari satu derajat sampai dengan enam derajat Celcius dibandingkan dengan keadaan pra-industri.

Pada peningkatan satu derajat, di keadaan sekarang, kebakaran hutan yang luas menghanguskan California dan Australia, sementara badai raksasa menghancurkan kota-kota pesisir.

Pada dua derajat, lapisan es Kutub Utara mencair, dan terumbu karang lenyap dari daerah tropis.

Pada tiga derajat, dunia mulai kehabisan makanan, dan jutaan orang terancam kelaparan.

Pada empat derajat, sebagian besar wilayah di dunia menjadi terlalu panas untuk ditinggali manusia, dan miliaran penduduk menjadi pengungsi iklim.

Pada lima derajat, planet Bumi berada dalam keadaan lebih panas dibandingkan 55 juta tahun terakhir.

Pada enam derajat, kepunahan massal dengan proporsi yang tak tertandingi melanda Bumi, inilah ancaman akhir dari semua kehidupan di planet ini.

Minggu lalu Lynas bergabung secara virtual dari kota London di Inggris untuk berbicara di acara Ubud Writers and Readers Festival 2021. Dalam sebuah wawancara ia menjawab berbagai pertanyaan tentang dirinya, dan tentang buku Our Final Warning sebagai jendela di masa depan.

Menurut Lynas, sebuah buku harus enak dibaca, dan menghibur. Bukunya merupakan narasi yang menawarkan perjalanan keliling Bumi, dan apa yang sedang dan dapat terjadi  di berbagai Negara dan tempat seperti Kutub Utara, hutan rimba, dan juga daerah perkotaan.  Keadaan di Indonesia juga turut dibahas, antara lain terkait dengan peningkatan tinggi muka laut, banjir, kebakaran hutan, kekeringan, panas ekstrem, energi, dan biodiversitas.

Angka 6 derajat yang dipilih untuk bagian judul bukunya, menurut Mark merujuk pada skenario terburuk olahan para ilmuwan tentang kenaikan suhu yang dapat terjadi pada tahun 2100 jika manusia tidak berusaha menangani perubahan iklim.

Lynas mempunyai anak remaja yang juga ikut aktif memperjuangkan solusi krisis iklim. Tentang para aktivis muda, ia berpendapat bahwa mereka harus tahu apa yang diinginkan, perlu mempunyai rencana, dan bukan hanya berfantasi. Ambisi tetap perlu tetapi dengan arah yang realistis, terutama bagaimana meyakinkan masyarakat banyak dan fokus terlebih dahulu di rumah, sekolah, dan komunitas masing-masing.

Pesan penutup Mark Lynas di acara Ubud Writers & Readers Festival, adalah penting untuk terus berjuang menyikapi krisis iklim. Selalu ada harapan, karenanya tidak perlu putus asa. Berharaplah agar anak-anak dan keturunan kita ke depan dapat hidup di Planet Bumi yang indah.

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF