Tenaga Kerja Lokal Tuan di Negeri Sendiri
Sarwani
Jurnalis Watyutink.com
berita
Berpikir Merdeka
Ilustrasi watyutink (muid/watyutink.com) 24 November 2021 13:00
Watyutink.com – Tantangan yang dihadapi tenaga kerja Indonesia semakin berat. Sudah sulit mendapatkan pekerjaan, kini mereka harus bersaing juga dengan tenaga kerja dari luar negeri. Kehadiran tenaga kerja asing mulai merebut kesempatan tenaga kerja lokal, menimbulkan pengangguran.

Kehadiran tenaga kerja asing yang kebablasan ini seharusnya tidak terjadi jika ada kebijakan yang jelas dan tegas mengenai keberadaan mereka. Globalisasi yang menisbikan batas teritorial yang membuat dunia menjadi sebuah kampung (global village) dimana orang bebas menjelajah ke mana saja tidak bisa dijadikan alasan untuk menerima tenaga kerja asing bebas bekerja apa saja di Tanah Air.

Kehadiran tenaga kerja asing memang tidak bisa dihindari, karena alasan tertentu seperti kondisi pasar tenaga kerja di dalam negeri yang belum dapat memenuhi permintaan untuk industri khusus, kebutuhan investasi yang memiliki teknologi tinggi yang belum dikuasai tenaga kerja lokal, kesepakatan internasional dalam hal arus orang, dan liberalisasi kerja pasar bebas.

Tenaga kerja asing boleh masuk jika membawa ilmu dan teknologi baru di sebuah bidang pekerjaan. Mereka juga harus sudah berpengalaman untuk dapat menjadi sarana pengembangan yang baik di suatu bidang pekerjaan dan dapat ditularkan kepada tenaga kerja Indonesia.

Kehadiran mereka diharapkan memicu produktivitas tenaga kerja lokal melalui persaingan yang akan mendorong semangat kerja pekerja lokal. Tenaga kerja asing juga harus benar-benar ahli di bidangnya sehingga membantu adopsi teknologi.

UUD 45 dengan tegas mengatur masalah penggunaan tenaga kerja asing yang tidak boleh mengabaikan perlindungan terhadap kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Pengaturan tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan menyangkut penggunaan tenaga kerja asing.

Namun UU Cipta Kerja justru mempermulus masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia. Salah satu aturan di dalam klaster ketenagakerjaan pada UU tersebut menetapkan bahwa tenaga kerja asing tidak perlu memegang surat izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja, tetapi cukup perusahaan pengguna tenaga kerja asing  melaporkan rencana kedatangan mereka.

Berbeda dengan ketentuan sebelumnya yang mengatur tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia harus mendapatkan izin tertulis dari Menteri Tenaga Kerja.

Pelonggaran terhadap masuknya tenaga kerja asing membuat jumlah mereka semakin banyak di Tanah Air.  Mereka akan merebut kesempatan tenaga kerja lokal yang membutuhkannya. Banyak bidang yang sudah dikuasai tenaga kerja lokal dikerjakan oleh tenaga kerja asing. Bahkan pekerja asing masuk juga ke pekerjaan kasar. Pernah ditemukan petani dari China bercocok tanam di daerah Jawa Barat.

Data pemerintah menyebutkan ada sekitar 93.000 tenaga kerja asing di Indonesia, tetapi kenyataan di lapangan banyak pekerja asing yang masuk ke Indonesia tanpa melalui jalur resmi. Di sejumlah kawasan industri, ditemukan tenaga kerja asing yang menjadi buruh kasar, bahkan mereka tinggal di mess yang disediakan perusahaan.

Pemerintah perlu mempertimbangkan dampak negatif kedatangan tenaga kerja asing. Kehadiran mereka jelas akan mempersempit kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Dengan semakin bertambahnya jumlah tenaga kerja asing maka jumlah tenaga kerja secara total semakin banyak. Jika tidak ada perluasan usaha di dalam negeri maka rebutan lapangan pekerjaan akan semakin sengit.

Tenaga kerja asing juga menjadi ancaman bagi tenaga kerja lokal, terlebih bagi mereka yang tidak mempunyai keterampilan memadai. Jika tenaga kerja lokal tidak meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, mereka akan terlibas oleh tenaga kerja asing.

Kehadiran tenaga kerja asing memperbanyak pasokan tenaga kerja. Dengan kue lapangan kerja yang tidak bertambah maka akan muncul banyak pengangguran. Tenaga kerja lokal akan tersingkir oleh tenaga kerja asing kecuali jika ada penambahan lapangan pekerjaan.

Di sisi lain, pemerintah harus meningkatkan investasi demi mengejar pertumbuhan ekonomi yang dalam beberapa tahun terakhir terkunci di kisaran lima persen, memperkuat perekonomian nasional sekaligus untuk membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Pemerintah menyebutkan sudah mengantongi sejumlah komitmen investasi dari beberapa investor asing yang akan menanamkan modalnya di Tanah Air. Namun, ketika kebijakan menarik investasi diikuti dengan terbukanya kesempatan bagi tenaga kerja asing, masyarakat pun menjadi resah.

Oleh karena itu, penanaman modal luar negeri harus diikat oleh satu perjanjian yang akan melindungi kepentingan nasional. Kuncinya pada negosiasi oleh pemerintah. Hasilnya bisa dikatakan sukses jika investasi asing menempatkan tenaga kerja lokal sebagai tuan di negeri sendiri.

SHARE ON

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF