Anda Terkena Tilang Elektronik, Begini Cara Pembayaran Dendanya
berita
Sumber Foto : news.detik.com
11 September 2019 16:50
Watyutink.com – Beberapa saat lalu, Polda Metro Jaya secara resmi memberlakukan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE). Pemberlakukan sistem ini membuat polisi lalu lintas tidak harus berdiri menjaga perempatan atau lampu merah. Peran itu ‘digantikan’ oleh kamera closed circuit television atau CCTV. Nantinya hasil tangkapan CCTV secara otomatis akan terkirim ke server Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya.

Tilang elektronik juga berlaku bagi pengendara yang melanggar sistem ganji genap yang diperluas. Seperti dikerahui sejak Senin (9/9/2019) Pemprov DKI Jakarta secara resmi memperluas sistem ganjil genap yang membatasi jumlah kendaraan melewati beberapa ruas jalan. Pemprov DKI Jakarta bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dalam penerapan sistem ganji genap.  

Pelanggar yang tertangkap kamera nantinya diwajibkan membayar sejumlah denda. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak mengetahui proses dan mekanisme pembayaran denda tersebut. Akibatnya seringkali pelanggar lalu lintas melawati batas waktu pembayaran denda.

Tahukah Anda, bagaimana mekanisme dan tata cara pembayaran denda tilang elektronik?

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Yusuf mengatakan, sistem tilang elektronik mewajibkan pelanggar menyelesaikan kewajibannya dalam waktu maksimal 17 hari. Itulah sebabnya Polda Metro Jaya sebelumnya akan mengirimkan surat konfirmasi kepada pemilik kendaraan sesuai dengan alamat yang tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Jangka waktu pengiriman surat konfirmasi dan pelanggaran adalah tiga hari. Hal ini lantaran petugas TMC Polda Metro Jaya akan melakukan analisis pelanggaran apa yang dilakukan. Yusuf mengatakan, surat konfirmasi berisi data dan pelanggaran apa yang telah dilakukan. Surat konfirmasi juga dilengkapi foto saat pengendara terekam melakukan pelanggaran.

Setelah menerima surat dari Polda Metro Jaya, pemilik kendaran wajib melakukan klarifikasi melalui situs http://www.etle-pmj.info. Pemilik kendaraan juga bisa mengunduh aplikasi tilang elektronik di smartphone melalui play store. Klarifikasi dilakukan untuk memastikan kendaraan yang digunakan memang benar-benar miliknya dan telah melanggar lalu lintas.

Pemilik kendaraan bisa mengklarifikasi jika kendaraan yang melanggar bukanlah miliknya. Klarifikasi juga bisa dilakukan lantaran kendaraan tersebut saat melanggar sedang digunakan orang lain, misalnya sedang dipinjam. Pelanggar diberikan waktu tujuh hari untuk melakukan klarifikasi. Jika pelanggar tidak melakukan klarifikasi maka STNK kendaraan akan diblokir.

Jika klarifikasi sudah dilakukan maka pemilik kendaraan bisa langsung melakukan pembayaran denda melalui Bank BRI. Pembayaran bisa dilakukan maksimal selama tujuh hari. Jika terlambat maka STNK kendaraan akan diblokir.

Yusuf mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya agar proses pembayaran denda tilang bisa dilakukan secara  efisien. Ia berharap mekanisme pengurusan tilang bisa lebih singkat.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik