Awas, Angkat Beban Berat Bisa Akibatkan Patah Tulang Belakang
berita
Sumber Foto : sumsel.tribunnews.com
11 February 2019 18:30
Watyutink.com - Datang dan berlatih di gym adalah salah satu alternatif dalam berolah raga. Terutama bagi mereka yang sibuk atau bahkan super sibuk, hingga tidak ada waku untuk olah raga. Salah satu jenis olah raga yang lazim dilakukan di gym adalah angkat beban. Selain menyehatkan angkat beban juga bisa membetuk tubuh menjadi lebih baik. Bagi kaum pria, tubuh berotot dapat mengubah penampilan menjadi lebih ‘maco’.

Namun perlu diingat, jangan mengangkat beban terlalu berat hingga diluar batas kemampuan. Pasalnya terlalu memaksakan diri mengangkat beban berat bisa berakibat fatal.

Tahukah Anda, apa saja risiko yang bisa ditimbulkan akibat mengangkat bebat terlalu berat?

Risiko pertama adalah patah tulang, terutama tulang belakang. Hal ini terjadi akibat beban yang diangkat melebihi kekuatan atau kemampuan otot. Selain itu teknik atau cara mengangkat yang salah juga bisa mengakibatkan patah tulang belakang atau fraktur.

Tulang belakang dibentuk oleh vertebra yang saling menumpuk. Seperti tulang pada bagian tubuh lainnya, tulang belakang juga bisa patah. Namun akibat yang ditimbulkannya bisa jauh lebih parah. Pasalnya di tulang belakang terdapat berbagai saraf tulang belakang.

Mengangkat beban yang terlalu berat akan memberikan tekanan ekstrem terhadap tulang belakang. Akibat tidak mampu menahan gaya atau tekanan tersebut vertebre bisa menjadi patah.

Selain patah tulang belakang, risiko yang bisa ditimbulkan akibat mengangkat beban terlalu berat adalah saraf terjepit. Seperti diketahui pada tulang belakang terdapat banyak saraf. Mengangkat beban berlebihan dapat menyebabkan tekanan terhadap saraf, terutama yang terdapat pada tulang belakang. Hal inilah yang menyebabkan saraf terjepit.

Gejala awal terjadinya saraf terjepit adalah muncul keluhan seperti lemah fisik, sering kesemutan, kebas pada bagian tubuh tertentu dan juga rasa nyeri. Jika Anda mengalami keluhan seperti itu, segeralah  periksa ke dokter.

Kondisi lainnya terjadi  akibat mengangkat beban terlalu berat adalah scoliosis. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri saat berdiri maupun duduk. Tulang belakang akan terasa begitu sakit dan rasa sakitnya berpotensi menyebar hingga ke tangan, kaki serta pinggul. Selain itu scoliosis disertai pula dengan keluhan buang air kecil maupun besar terganggu. Jika dibiarkan, kondisi terganggunya buang air besar bisa menyebabkan wasir.

Akibat berikutnya dari kebiasaan mengangkat beban berat adalah hernia atau turun berok. Tekanan yang berat menyebabkan timbulnya robekan pada bagian bawah dinding perut. Hal inilah yang menyebabkan usus ‘brojol’ hingga mencapai organ dibawahnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan             Blok Masela Jangan Diserahkan Sepenuhnya Kepada Asing             Hendaknya Jangan Berhenti pada Sisi Produksi             Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan             Saatnya Perusahaan Old School Transformasi ke Dunia Digital             Temuan TPF Novel Tidak Fokus