Bahaya Dibalik Pemakaian Sandal Jepit
berita
Sumber Foto : ngopibareng.id
14 December 2018 17:15
Watyutink.com - Alas kaki apa yang paling nyaman dipakai saat santai. Sebagian besar akan menjawab sandal jepit. Bentuknya yang rata dan bantalan karet empuk membuat sandal ini nyaman dipakai.

Tapi tahukah Anda, sandal jepit sebenarnya bisa berbahaya?

Pemakain sandal jepit dapat berbahaya lantaran minim perlindungan terhadap kaki. Bentuk yang cenderung rata dan tidak memiliki bantalan pada tumit, membuat kaki bekerja keras mencengkeram agar sandal tidak terlepas.

Kondisi ini dapat mengakibatkan plantar fascia atau jaringan ikat yang melapisi telapak kaki meregang, begitu juga dengan otot telapak kaki. Bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan kaki lelah dan nyeri  pada kaki terutama bagian tumit. Hal ini dapat mengubah gaya berjalan dan menyebabkan gangguan pergelangan kaki yang serius.

Selain itu penggunaan sandal jepit yang minim lengkungan juga dapat menyebabkan masalah punggung, lutut, dan menimbulkan peradangan pada telapak kaki. Kurangnya dukungan bagi telapak kaki saat berjalan, akan membuat jaringan ikat di telapak kaki terus menerus meregang. Akhirnya jaringan ikat ini melemah, membengkak, dan meradang.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan             Blok Masela Jangan Diserahkan Sepenuhnya Kepada Asing             Hendaknya Jangan Berhenti pada Sisi Produksi             Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan             Saatnya Perusahaan Old School Transformasi ke Dunia Digital             Temuan TPF Novel Tidak Fokus