Bahaya Jatuh Terduduk, Bisa Patah Tulang Ekor, Lumpuh, Buta Hingga Meninggal Dunia
berita
Jatuh Terduduk
18 February 2020 17:00
Watyutink.com - Saat ini sedang jadi tren sebuah tantangan yang bernama skullbreaker challenge. Tantangan yang jadi viral di jejaring sosial TikTok ini dilakukan dengan cara tiga orang berdiri sejajar yang melompa bersama-sama. Saat orang yang ada di tengah melompat, dua orang lainnya menendang kaki orang tersebut hingga orang itu terjatuh.

Jauh sebelum adanya skullbreaker challenge, kita sudah mengenal bercanda dengan cara menarik kursi. Akibatnya, orang yang akan duduk jatuh lantaran kurisnya sudah terlebih dahulu ditarik ke belakang.

Ada persamaan antara skullbreaker challenge dan tarik kursi. Keduanya sama-sama berbahaya. Pasalnya saat terjatuh seringkali, orang tersebut jatuh dengan posisi terduduk. Hal ini berisiko menyebabkan patah tulang ekor.

Tahukah Anda, apa bahaya akibat patah tulang ekor?

Tulang ekor atau Coccyx adalah tulang yang terletak di ujung bawah tulang punggung. Tulang ekor berfungsi mendukung dan menjaga kestabilan seseorang saat duduk. Ketika jatuh terduduk, tulang ekor berisiko mengalami retak, bergeser, atau memar. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya benturan di tulang ekor bisa berakibat fatal.

Ahli bedah saraf dari Mayapada Hospital, dr Roslan Yusni Al Imam Hasan, SpBS jatuh dengan posisi terduduk berisiko menyebabkan nyeri, cedera tulang, bahkan kelumpuhan dan kebutaan. Resiko lainnya menurut dr Roslan bisa mengganggu aktivits seksual.

Selain itu jatuh terduduk bisa menyebabkan patah tulang belakang yang bisa mengakibatkan kelumpuhan diseluruh anggota gerak lainnya, seperti lengan dan tungkai. Kelumpuhan yang terjadi menurut dokter yang kerap disapa Ryu ini juga bisa menyerang otot pernafasan. Akibatnya orang yang katuh terduduk bisa meninggal dunia akibat tidak bisa bernafas.

Jatuh terduduk juga berisiko menimbulkan kebutaan. Pasalnya saat terjatuh atau terhempas, kepala bisa membentur lantai. Padahal di dalam kepala terdapat saraf mata yang bisa jadi rusak akibat benturan. Hal inilah yang menyebabkan penglihatan bisa terganggu bahkan hilang akibat jatuh terduduk.

Dalam skala ringan, jatuh terduduk biasanya menimbulkan sakit di leher, bahu, lengan, dan kepala. Nyeri pada tulang ekor bisa berlangsung dengan jangka waktu yang berbeda-beda, bahkan bisa sampai lebih dari dua bulan. Biasanya rasa nyeri akan muncul saat duduk, berdiri, dan berjalan.

Ahli neurotrauma RS Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Pukovisa Prawirohardjo, SpS mengatakan hal yang paling berbahaya saat jatuh terduduk adalah cedera sumsum tulang belakang atau medulla spinalis yang terdiri dari susunan saraf. Medulla spinalis memiliki tiga fungsi yakni, fungsi motorik atau memberi kekuatan pada otot tungkai. Selain itu juga fungsi sensorik yakni meneruskan semua sifat rangsangan seperti raba, suhu, nyeri, dan sebagainya di bagian tungkai,serta fungsi otonom  yakni mengatur keringat, buang air besar, buang air kecil, dan fungsi seksual.

Dr Pukovisa menambahkan cedera pada medulla spinalis gejalanya ditandai dengan sulit berjalan, kehilangan keseimbangan, dan kesemutan terutama di tungkai. Selain itu juga mengalami gangguan saat buang air besar dan kecil.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila