Bahaya Kebiasaan Cabut Bulu Hidung, Bisa Sebabkan Asma, Meningitis dan Abses Otak
berita

27 August 2019 16:55
Watyutink.com – Pernakah Anda melihat seseorang yang sedang mencabuti bulu hidung? Entah karena gatal atau hanya sekedar iseng. Terkadang bulu hidung dicabut juga lantaran sudah terlalu panjang hingga melebihi lubang hidung. Bulu hidung yang terlalu panjang tentu terlihat tidak indah dan mengganggu penampilan.

Ternyata kebiasaan mencabut bulu hidung tidak bisa dilakukan sembarangan. Pasalnya jika tidak dilakukan dengan benar, mencabut bulu hidung justru bisa mendatang bahaya.

Tahukah Anda, apa bahaya kebiasaan mencabut bulu hidung?

Bulu hidung adalah organ tubuh, bagian dari hidung yang berfungsi sebagai sistem pertahanan dan perlindungan bagi organ tubuh lainnya, terutama organ pernafasan seperti paru-paru. Saat kita bernafas, bulu hidung yang juga bernama silia akan menyaring partikel-pertikel kecil yang masuk dalam hidung.

Partikel-partikel tersebut bisa jadi berbahaya bagi tubuh seperti bakteri, debu, jamur, bahkan kuman penyakit. Saat partikel tersebut tersaring, hidung akan mengeluarkannya dengan cara bersin. Bisa dibayangkan, apa yang akan terjadi jika hidung tidak dilengkapi dengan bulu-bulu di dalamnya. Tubuh akan mudah terserang penyakit. Sebuah penelitian menyebutkan, ketebalan bulu hidung memiliki kaitan dengan beberapa penyakit seperti asma, terutama penderita rhinitis musiman.

Area sekitar mulut dan hidung kerap disebut sebagai “danger triangle” atau segitiga bahaya. Pasalnya area tersebut berhubungan langsung dengan otak. Di dalam area tersebut, pembuluh darah balik atau vena akan bercampur darah dari hidung serta darah dari otak. Jika tidak disaring, bakteri dari hidung bisa dengan mudah masuk ke otak.

Itulah sebabnya kebiasaan mencabut bulu hidung dapat meningkatkan risiko otak mengalami infeksi akibat masuknya bakteri yang memicu penyakit mematikan seperti meningitis. Selain itu kebiasaan mencabut bulu hidung bisa memicu abses otak, yakni infeksi bakteri yang menimbulkan penimbunan nanah dalam otak dan pembengkakan.

Dalam kasus yang lebih ringan, mencabut bulu hidung bisa menyebabkan pendarahan dalam hidung atau mimisan.

Jika memang ingin menghilangkan atau merapikan bulu hidung sebaiknya lakukan dengan cara-cara yang lebih aman, salah satunya dengan teknik trimming, yakni merapikan bulu hidung mengguakan alat khusus. Namun pastikan alat yang digunakan dalam kondisi bersih dan steril dari kuman.

Cara lain merapikan bulu hidung adalah mencukurnya menggunakan gunting. Cara ini adalah yang paling mudah dan sering dilakukan. Disarankan menggunakan gunting yang memiliki ujung tumpul agar tidak melukai permukaan bagian dalam hidung. Anda bisa menggunting atau mencukur beberapa senti bulu hidung yang memanjang hingga melebihi hidung.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)