Bahaya Makan Ikan Asin Berlebihan, Picu Gagal Jantung, Hipertensi, dan Stroke
berita
Sumberfoto: istimewa
06 May 2021 16:54
Watyutink.com – Sepertinya tidak ada orang yang tidak mengenal ikan asin. Makanan ini memang sangat populer, khususnya bagi masyarakat Indonesia. Kepopulerannya mungkin hanya bisa disaingi oleh krupuk. Keduanya seolah menjadi lauk wajib bagi sebagian orang di tanah air. Terlebih jika dimakan bersama sambal dan lalapan.

Meski sebagian masyarakat menganggap ikan asin adalah makanan kelas bawah tapi jika mencium aroamanya saat digoreng, hampir semua orang dipastikan tergoda mencobanya. Rasanya yang asing tapi gurih menjadi daya tarik untuk menikmatinya. Apalagi jika digoreng secara benar hingga menghasilkan tekstur yang kering tapi renyah.

Kenikmatan makan ikan asin itu pula yang sering kali membuat orang mengonsumsinya secara berlebihan. Sampai-sampai ikan asing dimakan setiap hari. Padahal mengonsumsi ikan asing secara berlebihan bisa membawa dampak tidak baik bagi kesehatan. Beberapa penyakit bisa muncul lantaran makan ikan asing berlebihan, apalagi setiap hari.

Tahukah Anda, apa dampak buruk mengonsumsi ikan asin berlebihan?

Ikan asin adalah salah satu proses untuk mengawetkan daging ikan. Meskipun mempunyai kadungan gizi yang tinggi, tapi daging ikan mudah rusak. Agar bisa bertahan lebih lama, maka daging ikan diolah menjadi ikan asing.

Pembuatan ikan asing dilakukan dengan menaburi daging ikan dengan garam. Bisa juga dengan merendam daging ikan dengan cairan yang cairan air garam pekat. Selanjutnya ikan dijemur hingga benar-benar kering.

Proses ini menyebabkan kandungan garam dalam ikan asin menjadi sangat tinggi. Sehingga menkonsumsi ikan asin dalam jumlah berlebih dapat meningkatkan resiko hipertensi.  Secara alami, tubuh memang membutuhkan asupan garam. Namun jumlahnya tidak boleh terlalu banyak. Para ahli menyebut ambang batas asupan garam tidak boleh lebih dari 5 gram per hari. Padahal kandungan garam dalam ikan asin bisa mencapai 30 gram. Hal inilah yang menyebabkan makan ikan asin berlebihan berisiko menyebabkan penyakit hipertensi atau darah tinggi.

Zat natrium yang terkandung dalam garam dapat menarik cairan dalam jumlah banyak. Akibatnya volume darah yang dipompa harus lebih besar. Hal ini justru membuat tekanan di dalam pembuluh darah meningkat. Peningkatan tekanan darah akibat konsumsi ikan asin berlebihan juga dapat menyebabkan perubahan struktur serta fungsi jantung. Jantung akan lebih mudah membengkak atau cardiomegaly. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung.

Garam dalam jumlah yang banyak juga bisa menghambat aliran darah dalam pembuluh darah, terutama yang menuju ke jantung. Padahal seharusnya darah mengalir secara normal ke seluruh tubuh. Jika terjadi gangguan, aliran darah menjadi lambat dan membuat jantung bekerja lebih keras. Kondisi ini tentu sangat berbahaya jika terjadi secara terus menerus.

Asupan garam berlebihan juga bisa memicu stroke. Kandungan lemak jenuh dalam ikan asin ditambah kandungan garam yang cukup tinggi berpotensi menyebabkan stroke. Meskipun yang mengonsumsi ikan asin masih berusia muda, jika berlebihan bisa juga terkena stroke.

Selain jantung, mengkonsimsi ikan asin berlebihan juga bisa menyebabkan pembengkakan organ tubuh lain, seperti kaki, tangan dan paru-paru karena cairan tubuh tidak  bisa mengalir dengan efektif. Itulah sebabnya tanda seseorang mengalami dampak buruk akibat makan ikan asin adalah terjadinya pembengkakan di organ-organ tersebut. Asupan garam berlebih dan larut dalam darah bisa menghambat proses detoksifikasi dalam tubuh. Hal inilah yang memicu pembengkakan di beberapa organ tubuh.

Bahaya berikutnya akibat makan ikan asin berlebihan adalah paparan logam berat. Hal ini tak lepas dari proses pembuatan ikan asing yang menggunakan garam sebagai bahan utamanya. Kandungan natrium klorida dalam garam tidak sepenuhnya streril. Pasalnya garam yang digunakan berasal dari laut yang berisiko terkontaminasi bahan logam berat.   

Melihat sejumlah risiko tersebut, sebaiknya batasi makan ikan asin. Meski nikmat tapi ingat pula kesehatan. Jangan sampai kenikmatan makan ikan asin justru membawa malapetaka.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF