Bahaya Makan Opor dan Rendang Berlebihan saat Lebaran, Sebabkan Hipertensi, Kolesterol dan Hiperglikemia
berita
Sumber Foto : kompas.com
12 May 2021 16:15
Watyutink.com - Bulan Ramadhan sudah pergi. Umat Islam segera merayakan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Suka cita setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh. Dalam merayakan Idul Fitri, umat Islam tidak pernah melewatkan acara makan-makan. Aneka masakan khas lebaran menjadi menu wajib yang selalu hadir menemani kegembiraan Lebaran.

Meski tahun ini acara silaturahmi dan kunjung mengunjungi bakal tidak dilaksanakan akibat pandemi Covid-19, tapi acara makan-makan tetap dilaksakan dengan hanya dihadiri anggota keluarga terdekat.

Namun aneka perayaan dan makanan Lebaran patut diwaspadai. Pasalnya aneka makanan yang disajikan saat Lebaran seringkali memicu gangguan kesehatan. Terlebih jika dimakan berlebihan akibat 'balas dendam' setelah berpuasa sebulan.

Tahukah Anda, apa saja gangguan kesehatan yang sering dialami saat Lebaran?

Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) mengatakan biasanya yang disajikan selama lebaran adalah makanan berlemak, seperti opor, gulai, rendang dan sebagainya. Biasanya makanan itu tidak langsung habis, sehingga terus-terusan dipanaskan.

Dr Ari mengatakan kebiasaan ini bisa memicu kolesterol tinggi. Pasalnya semakin sering dipanaskan kadar garam dan kolesterol makanan cenderung meningkat. Kolesterol adalah zat lipoprotein yang memocu risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Penumpukan kolesterol juga berisiko mempersempit pembuluh arteri atau aterosklerosis. Kondisi ini bisa menyebabkan terganggunya aliran darah.

Kolesterol tinggi biasanya disebabkan konsumsi makanan yang mengandung kolesterol, lemak jenuh, dan lemak trans. Makanan yang biasa disajikan saat lebaran umumnya terbuat dari daging, santan, margarin, makanan yang dipanggang, gorengan, susu, dan cokelat.
Itu sebabnya, konsumsi makanan ini secara berlebihan bisa meningkatkan risiko terjadinya kolesterol tinggi.

Gangguan kesehatan berikutnya yang sering dirasakan setelah lebaran adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit ini tergolong berbahaya lantaran mempengaruhi kondisi jantung dan seluruh tubuh. Pasalnya jantung berfungsi memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi jantung yang tidak sehat berisiko memicu pengerasan pembuluh darah, aterosklerosis, stroke, penyakit ginjal, dan gagal jantung.

Dikutip dari Healthline, salah satu faktor penyebab hipertensi adalah konsumsi makanan yang mengandung garam, daging, gula, kulit ayam, dan sebagainya. Padahal makan-makan tersebut justru yang banyak disajikan saat Lebaran.

Gula darah tinggi adalah penyakit berikutnya yang kerap muncul setelah Lebaran. Penyakit yang juga bernama hiperglikemia ini biasanya terjadi akibat pola makan yang salah. Kurangnya kegiatan fisik juga bisa memicu hiperglikemia. Selain itu orang dengan riwayat penyakit diabetes juga sangat rentan mengalami gula darah tinggi.

Hiperglikemia biasanya ditandai dengan sering buang air kecil, mudah haus, penglihatan kabur, kelelahan, dan sakit kepala. Risiko hiperglikemia cenderung meningkat saat lebaran lantaran saat itu banyak disajikan makanan manis dan tinggi kadar gula.

Itulah sebabnya berhati-hatilah saat menikmati sajian Lebaran. Terutama saat menyantap opor ayam, berbagai jenis sambal, kue kering, sirop, dan minuman bersoda. Terlebih mereja yang memiliki riwayat hipertensi dan diabetes, wajib berhati-hati selama Lebaran.

Penyakit yang juga sering kambuh saat Lebaran adalah diare. Gangguan pencernaan ini umumnya disebabkan konsumsi makanan tidak sehat, seperti terlalu pedas, infeksi bakteri dari makanan, dan keracunan makanan. Diare biasanya disertai gejala  kembung, kram perut, feses berair, mual, muntah, demam, dan dehidrasi. Itulah sebabnya selama lebaran sebaiknya jaga pola makan dan tidak berlebihan.

Berikutnya penyakit yang kerap adalah flu. Penyakit ini muncul dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri sendi, batuk, panas dingin, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, kelelahan, mual, muntah, dan diare.

Saat lebaran, flu bisa dengan mudah menular. Pasalnya saat itu penderita banyak interaksi dengan orang lain, saat bersilaturahmi dan halal bi halal. Saat penderita bersin, batuk, atau berbicara, virus influenza akan dengan mudah menyebar. Virus influenza juga bisa menyebar saat  menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi oleh virus influenza kemudian menyentuh mulut, mata, atau hidung sendiri.

Pada Lebaran kali ini risiko penularan penyakit yang paling ditakuti tentu saja adalah virus corona atau Covid-19. Cara penularannya mirip dengan flu, yakni cipratan cairan tubuh ke orang lain. Terutama saat bersin atau batuk. Itulah sebabnya sangat penting menerapkan protokol kesehatan saat merayakan Lebaran. Saat bersilaturahmi sebaiknya selalu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF