Benarkah Mie Instan Hanya Sekedar ‘Pengganjal Perut’
berita
Sumber Foto : vemale.com
28 December 2018 16:40
Watyutink.com - Saat perut lapar dan tidak ada nasi, apa yang sering Anda makan? Mie instan sering menjadi pilihan. Banyak yang beranggapan mie instan bukanlah makanan yang mengenyangkan dan hanya sebagai pengganjal perut saja.

Tahukah Anda, ternyata mie instan mengandung kalori yang lebih tinggi daripada nasi?

Dalam satu kemasan mie instan seberat 35-40 gram mengandung 190 hingga 200 kalori. Sementara nasi putih dengan berat yang sama mengandung 46 kalori. Artinya kandungan kalori mie instan hampir lima kali lipat lebih banyak dari nasi. Terlebih saat makan mie instan seringkali kita manambahkan telur, sosis, kornet dan sebagainya. Tambahan bahan tersebut tentu saja akan menambah jumlah kalori yang kita konsumsi.

Uniknya, orang Indonesia seringkali justru menjadikan mie instan sebagai lauk yang dimakan bersama nasi. Akibatnya bisa ditebak, kalori yang masuk dalam tubuh kita menjadi berlipat-lipat ganda.  Padahal, dalam satu hari yang terdiri dari tiga kali makan, kebutuhan kalori wanita dewasa hanya sekitar 1.800-2.000 dan pria dewasa sekitar 2.200-2.400.

Selain kandungan kalorinya lebih tinggi, mie instan juga memiliki kandungan sodium atau garam yang tinggi. Kelebihan kandungan sodium menyebabkan beberapa penyakit, seperti  ginjal, tekanan darah tinggi, stroke, dan gangguan jantung.

Itulah sebabnya tidak disarankan mengkonsumsi mie instan dalam jumlah berlebih.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nanang Djamaludin

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Keayahbundaan dan Perlindungan Anak.

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Rekonsiliasi ala Amien Rais Tidak Beretik Demokrasi             Indonesia Butuh Rupiah Kuat             Pembangunan Kodim untuk Wilayah 3T Urgen             Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Ancamanya             Rekonsiliasi Transaksional Rusak Mental Bangsa             Tak Ada Rekonsiliasi Tanpa Power Sharing             Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan