Benarkah Santan Bahaya dan Sebabkan Kolesterol Naik?
berita
Santan Kelapa
10 March 2020 15:30
Watyutink.com – Selama ini banyak orang menghindari makanan yang mengandung santan. Mereka beranggapan makanan yang mengandung santan tidak baik bagi kesehatan. Pasalnya santan diyakini mengandung kolesterol tinggi. Padahal beberapa masakan yang mengandung santan justru banyak disukai.

Tahukah Anda, sebenarnya benarkah santan tidak baik bagi kesehatan?

Pakar kesehatan dari RS Pondok Indah, dr Diana Suganda SpGK, mengatakan sejatinya kelapa, baik buah, air, dam santan kelapa tidak memiliki kandungan kolesterol. Dalam 100 gram santan menurut Diana, sama sekali atau 0 miligram kolesterol. Justru terkandung beberapa nutrisi seperti, 230 kalori, 2,29 gram protein, 5,54 gram karbohidrat, 15 miligram sodium, 263 gram kalium, 21,14 gram lemak jenuh, 0,26 gram lemak tak jenuh ganda, dan 1,01 gr lemak tak jenuh tunggal.

Anggapan santan mengandung kolesterol bisa jadi lantaran memiliki kandungan lemak jenuh. Diana menyebut banyak orang yang salah mengartikannya. Meski efeknya sama-sama kurang baik bagi kesehatan, menurut Diana antara lemak jenuh dan koleseterol berbeda.

Justru mengonsumsi santan bisa membawa manfaat bagi tubuh. Salah satunya menjadi sumber energi. Pasalnya santan mengandung asam  laurat yang sejenis dengan asam lemak rantai sedang. Asam inilah yang bisa diubah tubuh menjadi energi.

Asam laurat juga bermanfaat untuki meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Pasalnya asam launat dalam santan juga berfungsi sebagai anti mikroba, anti jamur, dan anti virus. Itulah sebabnya mengonsumsi santan juga bisa melindungi tubuh dari berbagai penyakit.

Santan juga memiliki kandungan fosfor yang bermanfaat menjaga kesehatan tulang. Rutin mengonsumsi santan dapat mencegah pengeroposan tulang atau osteoporosis dan rematik. Minum santan juga bisa mempercepat penyembuhan atau pemulihan patah tulang.

Meski demikian, Diana tetap menyarankan agar santan tidak dikonsumsi secara sembarangan, apalagi dalam jumlah berlebihan. Selain lemak jenuh, santan juga memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Terlalu sering mengonsumsi santan bisa berisiko menaikkan berat badan dalam jumlah yang signifikan. Jika kondisi ini berlanjut bisa mengakibatkan penumpukan lemak yang berimbas pada munculnya penyakit kardiovaskular, seperti jantung dan stroke.

Senada dengan Diana, pakar kesehatan herbal, dr Zaidul Akbar mengatakan pada dasarnya santan sehat dan baik untuk tubuh. Zaidul menyebut santan sebagai coconut milk atau susu kelapa. Menurutnya santan adalah susu terbaik untuk dikonsumsi.

Zaidul mengakui selama ini santan sering digunakan sebagai bahan masakan. Akibanya khasiat santan menjadi rusak. Menurutnya kandungan protein dalam santan bisa rusak jika dipanaskan. Selain itu proses oksidasi akibat pemanasan juga bisa merusak kandungan lemak dalam santan.

Untuk bisa mendapat manfaat santan, Zaidul menyarankan mengolah santan segar menjadi minuman sehat, yakni golden late. Caranya dengan mencampurkan santan dengan kunyit. Santan juga bisa dioleh dengan cara diblender dengan kurma dan sedikit garam. Ramuan santan, kurma, dan garam bisa bermanfaat untuk kesehatan organ reproduksi, khususnya bagi wanita.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila