Benarkah Sinar Matahari Bisa Bunuh Virus Corona? 
berita
ANTARA FOTO/ABRIAWAN ABHE
21 March 2020 18:00
Watyutink.com - Beberapa saat lalu sebuah informasi muncul di layanan pesan singkat WhatsApp. Isinya mengatakan virus corona bisa mati jika terkena sinar matahari. Informasi yang diunggah pertamakali pada Senin (2/3/2020) itu sontak membuat heboh. Pasalnya saat ini Indonesia tengah dilanda wabah virus corona. 

Masyarakat berbondong-bondong 'menjemur' diri. Bukan itu saja, beberapa benda dan perlengkapan rumah tangga pun ikut-ikutan di jemur. 

Tapi, benarkah sinar matahari bisa membunuh virus corona?  

Informasi yang beredar mengatakan virus corona atau Covid-19 akan mati jika terkena sinar matahari dengan suhu 26-27 derajat selsius. Artinya jika suhu tubuh terjaga, virus penyakit akan mati dengan sendirinya. 

Selain sinar matahari, aktivitas fisik juga bisa mengatasi virus corona. Pasalnya aktivitas tubuh juga bisa meningkatkan suhu tubuh. 

Wakil Kepala Bidang Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekular Eijkmen, Herawati Sudoyo mengatakan hingga saat ini belum ada penelitian yang membuktikan virus corona bisa mati akibat sinar matahari. 

Menurut Herawati, Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menjelaskan lampu sinar ultraviolet pun tidak mampu membunuh virus penyakit dari Wuhan, China itu. 

Sementara itu China Daily menuliskan bantahan serupa. Pada laporan yang dirilis pada 8 Februari 2020 berjudul "Can sun exposure kill the novel coronavirus?" disebutkan sinar matahari tidak mampu membuat virus penyakit mati. 

Pasalnya suhu radiasi matahari tidak mampu mencapai 56 derajat celcius. Sinar ultraviolet juga tidak mampu menyamai intensitas dari lampu ultraviolet. Sehingga menurut laporan tersebut virus itu tidak dapat dibunuh dengan sinar matahari. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila