Bipolar Disorder yang Kerap Diabaikan dan Disalahartikan, Ini Cirinya
berita

14 July 2020 06:00
Watyutink.com - Banyak orang yang menyalahartikan tanda-tanda stres yang berlebihan, tanpa menyadari bahwa bisa saja stres yang dialami merupakan gejala gangguan bipolar disorder. Namun yang perlu kita ketahui, bipolar tidak sesederhana stres atau depresi, dan harus ditangani dengan tepat.

Tahukah Anda, bahwa gangguan bipolar berbeda dengan kecacatan mental?

Ada banyak faktor penyebab bipolar, bisa dari faktor genetik (keturunan), kelainan fungsi otak, dan psikososial yang berkaitan dengan peristiwa dalam kehidupan pasien yang penuh tekanan.

Gangguan bipolar merupakan jenis gangguan yang dapat menyebabkan perubahan mood yang sangat ekstrem. Mulai dari episode mania dimana pasien sangat bersemangat dan aktif, menjadi episode depresi dimana pasien merasakan kesedihan dan keputusasaan.

Pasien bipolar yang dalam episode mania biasanya menunjukkan perilaku yang ekstrem dan tak terkendali. Seperti tidak bisa diam, merasakan kegembiraan yang meluap-luap, begadang semalaman tapi tidak merasa ngantuk dipagi hari, bertingkah sesuka hati dan sebagainya.

Sementara pasien yang dalam episode depresi, akan menunjukkan kesedihan atau keputusasaan yang tidak wajar. Contohnya, menarik diri dari lingkungan, penurunan daya konsentrasi, perubahan pola makan (bisa menurun atau meningkat), merasa diri bersalah dan tidak berguna, hingga terobsesi ingin bunuh diri.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila