Bukan Hanya Rokok, Kenali Berikut Ini Penyebab Kanker Paru Lainnya
berita

01 April 2020 08:00
Watyutink.com - Kanker paru-paru merupakan penyakit yang ditakuti oleh masyarakat. Bagaimana tidak, jenis sakit ini jika mencapai stadium empat mudah saja nyawa penderitanya melayang. Apalagi dengan merebaknya wabah virus Corona, Covid-19 saat ini yang menyerang organ pernapasan, akan membuat penderitanya semakin rentan atau menambah tingkat risiko kematiannya 

Banyak orang berpikir bahwa rokok satu-satunya penyebab kanker paru-paru. Ternyata masih banyak kebiasaaan dan kondisi lainnya yang bisa menyebabkan anda menderita penyakit pembunuh ini.

Tahukah Anda, bukan rokok saja yang menjadi penyebab kanker paru?

Biasanya kita mendengar bahwa perokok berat memiliki risiko terkena kanker paru dan kanker lainnya sebab kandungan di dalam rokok banyak yang memicu bahkan menumbuhkan kanker. Bukan hal baru juga bagi kita bahwa ternyata perokok pasif beresiko terkena kanker dua kali lebih tinggi dibandingkan perokok aktif. Kondisi ini perlu disadari oleh kedua belah pihak agar bisa saling menghargai dan menghormati. Tak sedikit orang yang terkena kanker akibat paparan asap rokok orang lain.

Hal kedua penyebab kanker paru adalah polusi udara. Karena paru-paru berfungsi untuk menyaring seluruh udara yang masuk melalui proses pernafasan maka udara kotor akibat polusi bisa merusak paru itu sendiri bahkan menumpuk menjadi kanker yang mematikan. Asap kendaraan, asap pabrik dan penyebab pencemaran udara lainnya semakin tinggi sehingga perlu diwaspadai agar tak berdampak buruk bagi kesehatan anda.

Ketiga, lingkungan tempat tinggal anda. Jika anda tinggal di daerah yang memiliki batuan dan tanah yang bisa saja mengandung gas beracun alami (radon), maka zat ini juga salah satu penyebab kanker paru. Radon juga bisa ditemukan di bangunan tua. Jika sering dihirup, radon dapat merusak paru-paru. Maka perhatikan selalu kebersihan dan kondisi tempat dimana anda tinggal.

Keempat, ternyata terapi juga bisa menyebabkan kanker paru. Seseorang yang mengidap kanker jenis lain dan sedang menjalani pengobatan dengan metode radioterapi memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru. Hal ini dikarenakan terapi yang digunakan beresiko terpapar ke paru-paru.

Kelima, lingkungan tempat kerja anda. Lingkungan kerja yang mengandung atau terpapar bahan kimia berbahaya, seperti arsen, asbes, nikel, dan batu bara, berisiko menyebabkan pekerjanya mengalami kerusakan pada paru-paru. Lingkungan kerja seperti ini misalnya di pertambangan atau pabrik tertentu. Jadi, saat bekerja di lingkungan yang beresiko terhadap kesehatan anda pastikan selalu memakai peralatan dan perlengkapan yang bisa membantu mengurangi dampak terhadap tubuh.

Selain lima hal di atas, penyebab lainnya terkena kanker paru adalah faktor keturunan. Meski demikian gaya hidup sehat tentu bisa menekan resiko sakit kanker dan jenis sakit lainnya. (oct)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila