Bukan Hanya Tabur Bunga, Melati Juga Sembuhkan Sesak Nafas, Radang Usus, dan Cegah Kanker
berita
Sumber Foto : Thinkstock/Noi_Pattanan
20 February 2020 16:45
Watyutink.com – Tidak ada orang yang tidak mengenal bunga melati. Pasalnya melati adalah bungan yang paling banyak dimanfaatkan untuk beragam acara, terutama acara tradisional. Aromanya yang harum dan warna putih bunga melati diyakini akan membuat suasana acara yang diselenggarakan menjadi semakin khidmat. Itulah sebabnya acara atau upacara kematian seringkali menghadirkan bunga melati.

Ternyata bunga melati bukan hanya baik digunakan untuk acara-acara tradisional. Pasalnya bunga melti juga baik untuk menjaga kesehatan. Pasalnya bunga ini memiliki beragam senyawa yang bermanfaat bagi tubuh.

Tahukah Anda, apa saja manfaat bunga melati bagi kesehatan?

Melati adalah tanaman yang banyak tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bunga yang juga bernama Jasmine atau Yasmin ini termasuk tanaman merambat. Setidaknya ada 200 species asli melati yang termasuk dalam keluarga tanaman zaitun atau oleaceae. Namun dari semua species bunga melati, yang paling dikenal adalah melati putih.   

Bunga melati seringkali dimanfaatkan sebagi campuran untuk minum teh. Selain itu melati juga kerap digunakan untuk menambah rasa makanan. Namun, bunga melati seringkali dimanfaatkan untuk aromaterapi dan perawatan kecantikan. Para ahli menyebut, bunga melati diketahui bersifat antibakteri dan antioksidan. Selain itu bunga melati juga mengandung zat kimia, seperti methyl salisilat, benzil acetat dan turunan alkohol seperti benzil alkohol, lynaol, indole, dan Z. Jasmone.

Itulah sebabnya bungan melati bisa digunakan untuk mengatasi beberapa gangguan kesehatan. Salah satunya untuk mengatasi gangguan pernafasan seperti sesak nafas dan asma. Seringkali sesak nafas dipicu beberapa kondisi, seperi alergi, anemia, dan olah raga yang terlalu berat. Penyakit sinusitus, pilek, dan maag juga bisa menjadi pemicu sesak nafas.

Untuk mendapatkan manfaat bunga melati, caranya sangat mudah. Ambil beberapa kuntum bunga melati, rebus dengan air. Saat sudah hangat, gunakan rebusan air melati untuk membasahi handuk dan letakkan di dada yang terasa sesak.

Bunga melati juga bisa dimanfaatkan untuk mencegah penyakit kanker. Pasalnya kandungan senyawa kimia dalam bunga melati diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker yang seringkali menyerang jarungan tubuh yang lain. Rutin mengonsumsi ramuan bunga melati diyakini dapat mengurangi dan menghambat perkembangan penyakit berbahaya ini.

Ramuan bunga melati juga bermanfaat untuk mengobati demam berdarah. Penyakit yang menular melalui gigitan nyamuk aedes aegypti ini seringkali menyerang bersamaan dengan datangnya musim hujan. Penderita biasanya akan menderita demam tinggi, sakit kepala, nyeri dibagian otot, tulang, dan sendi.

Mengonsumsi ramuan bunga melati dipercaya dapat membantu menyembuhkan demam berdarah. Ramuan ini dirasa lebih baik lantaran bersifat alami tanpa efek samping. Sakit pilek yang juga kerap menyerang saat musim hujan juga bisa diatasi dengan mengonsumsi ramuan bunga melati. Namun, selain mengonsumsi ramuan melati, saat sedang sakit harus disertai dengan istirahat yang cukup guna memulihkan kondisi tubuh.

Ramuan bunga melati juga bisa digunakan untuk mengatasi radang usus. Pasalnya bunga melati dikenal memiliki kandungan zat anti radang. Untuk mendapatkan khasiat ramuan bunga melati caranya tidak sulit. Ambil segenggam bunga melati, cuci dengan air hingga bersih. Rebus dengan tiga gelas air sampai mendidih dan tersisa satu gelas. Saring air rebusan tersebut dan minum dua kali sehari.

Bunga melati juga bisa digunakan untuk meredakan sakit kepala ringan. Biasanya sakit kepala terjadi akibat peredaran darah ke otak tidak lancar. Kondisi ini juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan tubuh lainnya. Untuk meredakan sakit kepala ringan caranya, ambil beberapa kuntum bunga melati dan segenggam daun melati. Rendam selama beberapa menit dalam air bersih dan gunakan untuk mengompres kepala yang terasa sakit.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila