Bukan karena Nyi Roro Kidul, Larangan Gunakan Warna Hijau di Pantai untuk Keamanan
berita

14 June 2019 16:50
Watyutink.com – Selama ini kita sering mendengar larangan memakai baju berwarna hijau saat berwisata ke pantai selatan. Larangan ini didasari mitos bahwa Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul sangat menyukai warna hijau. Dalam mitos tersebut seseorang yang memakai baju berwarna hijau bakal ditelan ombak dan selanjutnya dijadikan prajurit atau pembantu di Kerajaan Pantai Selatan.

Mitos ini pun dipercaya sebagian besar orang di pantai selatan Pulau Jawa. Mulai dari Pantai Pelabuhanratu Jawa Barat, Pantai Parangtritis Yogyakarta, hingga Pantai Watu Ulo Jawa Timur, semuanya mempercayai mitos tersebut dan menghindari penggunaan warna hijau.

Ternyata menghindari penggunaan warna hijau saat berada di pantai bukan hanya sekedar mitos. Ada penjelasan ilmiah tentang hal ini.

Tahukah Anda, bagaimana penjelasan ilmiah tentang warna hijau di pantai?

DR Ing Widodo Setiyo Pranowo MSi, Peneliti Madya Bidang Oseanografi Terapan Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan anjuran tidak menggunakan baju berwarna hijau saat berwisata ke pantai lebih karena faktor keamanan. Hal ini berlaku ketika seseorang terseret arus atau tenggelam di laut.

Widodo menjelaskan baju berwarna hijau akan lebih sulit dideteksi. Pasalnya warna hijau akan menyatu dengan warna air laut. Sehingga petugas atau tim penolong akan kesulitan saat melakukan proses evakuasi. Hal ini berbeda dengan warna yang lebih cerah, seperti jingga atau merah muda.

Widodo pun mencontohkan kasus meninggalnya wisatawan yang tenggelam saat libur Lebaran 2019 di beberapa pantai selatan. Alumnus Bremen University, Jerman ini mengatakan masyarakat memang harus mewaspadai musim angin tenggara yang kerap terjadi di bulan Juni. Angin ini menurut Widodo bertiup dari Australia menuju Indonesia ke arah barat laut.

Pria kelahiran Purwokerto, Jawa Tengah ini menyebut angin tenggara memunculkan arus mematikan yang kerap disebut Rest in Peace (RIP) Current. Angin ini memunculkan dua fenomena, yakni gelombang menjalar mengarah tegak lurus ke pantai dan umbulan massa air laut dari lapisan dalam menuju ke lapisan permukaan yang lebih dikenal sebagai upwelling.

Itulah sebabnya Widodo menyarankan para wisatawan memperhatikan beberapa hal saat berwisata ke pantai. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah survei pandangan mata untuk mengenali area potensi terjadinya RIP Current.

Caranya, berdirilah di pantai menghadap laut. Perhatikan, jika terdapat permukaan laut tenang yang diapit sejumlah gelombang pecah di kanan kirinya. Hindari berenang di permukaanm air laut semacam itu. Pasalnya jenis permukaan laut semacam itu memiliki kemungkinan RIP Current yang lebih besar.  

Jika ingin berenang atau bermain air laut, carilah lokasi yang lebih aman. Selain itu gunakan kostum berwarna cerah, seperti jingga atau merah muda dan hindari pakaian berwarna hijau.

Saat terjadi kondisi buruk, Widodo menyarankan tetap tenang dan jangan panik. Usahakan tetap mengapung mengikuti arus hingga melemah. Hindari berusaha berenang ke pantai saat arus sedang kuat. Lamanya arus laut tidak bisa dideteksi dan tergantung kekuatan angin. Bisa jadi singkat tapi mungkin juga lama. Tapi umumnya tidak lebih dari satu jam.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Penangkapan Faisol Tidak Berdasar             Lembaga Negara Bukan Pemungut Upeti!             Cost Recovery Bukan dari APBN             Blok Masela, Akankah mengulang sejarah Freeport?             Kebutuhan Gas Dalam Negeri Harus Diutamakan             Blok Masela Jangan Diserahkan Sepenuhnya Kepada Asing             Hendaknya Jangan Berhenti pada Sisi Produksi             Konsumen Kritik Layanan, Seharusnya Dapat Penghargaan             Saatnya Perusahaan Old School Transformasi ke Dunia Digital             Temuan TPF Novel Tidak Fokus