Cincau, Menu Buka Puasa yang Bisa Sehatkan Pencernaan dan Jaga Gula Darah
berita

12 May 2019 17:30
Watyutink.com - Selain timun suri, bahan makanan yang sering digunakan untuk berbuka puasa adalah cincau. Bahan makanan berbentuk kenyal ini seringkali digunakan untuk campuran es buah, es campur, atau minuman segar lainnya. 

Ternyata, cincau tidak hanya menyegarkan. Cincau atau yang dibeberapa daerah disebut Cau ini juga menyehatkan. 

Tahukah Anda apa saja manfaat cincau bagi kesehatan?

Cincau diketahui mengandung alkaloid, vitamin B dan C. Itulah sebabnya cincau diyakini bermanfaat menjaga kesehatan pencernaan. Cincau dapat mengatasi masalah pencernaan seperti sakit perut dan diare.

Selain itu cincau juga bisa menjaga berat badan tetap stabil.  Pasalnya cincau diketahui kaya akan kandungan serat. Hal ini membuat cincau berperan besar dalam menjaga berat badan. Selain itu cincau dapat menjaga asupan nutrisi bagi tubuh. Kandungan kalori dan gula yang rendah dalam cincau sangat dibutuhkan untuk menjaga asupan energi.

Kandungan serat yang dimiliki cincau juga berfungsi sebagai obat yang sangat baik untuk melawan konstipasi.

Cincau juga berguna untuk menjaga kadar gula darah. Pasalnya cincau diketahui mengandung bisbenzylisoquinoline dan klorofil. Kedua zat tersebut sangat berguna untuk menstabilkan tingkat gula darah. Itulah sebabnya cincau baik dikonsumsi oleh penderita diabetes

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kandungan alkaloid dalam cincau bisa menjadi obat untuk melawan malaria. 

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nanang Djamaludin

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Keayahbundaan dan Perlindungan Anak.

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Rekonsiliasi ala Amien Rais Tidak Beretik Demokrasi             Indonesia Butuh Rupiah Kuat             Pembangunan Kodim untuk Wilayah 3T Urgen             Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Ancamanya             Rekonsiliasi Transaksional Rusak Mental Bangsa             Tak Ada Rekonsiliasi Tanpa Power Sharing             Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan