Daun Tempuyung, Tanaman Liar yang Mampu Sembuhkan Asam Urat, Batu Ginjal, Hipertensi dan Wasir
berita
Daun Tempuyung
28 May 2020 16:20
Watyutink.com – Nama tanaman tempuyung dipastikan masih belum banyak dikenal sebagian besar masyarakat Indonesia. Pasalnya tempuyung memang bukan tanaman yang dibudidayakan dan diperjual belikan secara luas. Tanaman tempunyung selama ini hanya dikenal dikalangan ahli atau pengguna obat-obatan herbal. Pasalnya tempuyung diyakni mengandung berbagai kandungan zat yang bermanfaat untuk kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat tanaman tempunyung bagi kesehatan?

Tanaman tempuyung memiliki nama latin Sonchus Arvensis. Tanaman ini berkembang biak dengan biji yang seringkali terbawa angin. Itulah sebabnya tempunyung bisa tumbuh di mana saja , bahkan di tembok dan bebatuan. Namun tempuyung umumnya tumbuh di pekarangan atau tanah kosong. Itulah sebabnya orang lebih banyak menganggap tempuyung sebagai tanaman liar yang tidak ada manfaatnya.

Padahal sejatinya, tumpunyung sangat kaya akan manfaat. Pasalnya tanaman yang sekilas mirip dengan tapak liman ini banyak banyak mengandung zat yang bermanfaat bagi kesehatan. Tempuyung tumbuh dengan daun berbentuk lonjong dengan ujung runcing. Tepinya berombang dan bergerigi tak beraturan, sedangkan permukaan daunnya bertekstur licin.

Nutrisi dalam daun tempuyung ternyata sangat beragam, seperti asam amino, polifenol, protein; alfa dan beta-amyrin, lipid, hidrokarbon polimer, lupeol, pseudotaraxasterol dan taraxasterol. Itulah sebabnya, daun tempuyung banyak dimanfaatkan sebagai obat alami untuk menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya sebagai obat asam urat.

Penyakit asam urat kerap menimbulkan rasa nyeri pada sendi penderitanya. Hal ini akibat pembentukan kristal urat yang mengendap di pembuluh darah. Daun tempunyung berfungsi mendorong asam urat keluar melalui urin atau air seni. Itulah sebabnya mengonsumsi ramuan daun tempuyung sangat dianjurkan bagi penderita asam urat.

Caranya, siapkan 30 gram daun tempuyung segar, cuci hingga bersih. Rebus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa satu gelas. Angkat, saring dan biarkan menjadi hangat. Minum air rebusan tersebut setiap hari secara rutin. Bisa juga ditambahkan madu untuk menambah rasa.

Daun tempuyung juga bermanfaat mengobati penyakit batu ginjal. Pasalnya daun tempuyung memiliki kandungan mineral kalium yang mampu mengurai kalsium karbonant. Selain itu kalium juga mampu mencapurkan diri dengan zat lain yang ada dalam batu ginjal. Selanjutnya kalium akan menggancurkan batu ginjal dan melarutkannya dalam air seni.

Untuk mengobati batu ginjal, caranya siapkan 250 gram daun tempuyung, keringkan dengan cara dijemur. Rebus dengan 250 cc air hingga mendidih. Setelah menjadi hangat saring dan minum air rebusan tersebut secara rutin.

Bisa juga dengan merebus masing-masing lima lembar daun tempuyung, daun sawi, dan daun alpukat. Tambahkan gula aren sebesar dua sentimeter. Rebus dengan tiga gelas air hingga mendidih dan tersisa dua setengah gelas. Angkat, saring, dan biarkan menjadi hangat. Minum ramuan tersebut secara rutin tiga kali sehari masing-masing tiga per empat gelas.

Daun tempuyung juga bemanfaat mengendalikan tekanan darah. Itulah sebabnya tempuyung berrmanfaat bagi penderita hipertensi. Penyakit yang juga bernama tekanan darah tinggi ini biasanya terjadi karena terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung garam. Selain itu gaya hidup yang tidak sehat juga bisa memicu hipertensi. Daun tempuyung bisa digunakan sebagai alternatif pengobatan hipertensi. Caranya, olah daun tempuyung menjadi lauk dan memakannya bersama sayuran lainnya. Konsumsi secara rutin, tiga kali sehari dan tekanan darah akan turun secara signifikan.

Daun tempuyung juga berkhasiat menyembuhkan penyakit akibat peradangan,  seperti wasir atau ambeien. Caranya dengan meminum air rebusan daun tempuyung seperti yang digunakan untuk mengobati asam urat. Bisa juga dengan cara yang sangat sederhana, yakni ambil daun tempuyung segar. bersihkan dengan air hingga bersih. Tumbuk hingga halus dan tempelkan ramuan tersebut pada rektum atau anus.

Daun tempuyung juga diketahui mengandung zat antioksidan bernama flavonoid. Zat ini diyakini mempunyai peran besar dalam mencegah perkembangan sel kanker. Antioksidan dalam daun tempuyung bermanfaat mencegah efek buruk radikal bebas pemicu penyakit kronis, termasuk kanker. Itulah sebabnya rutin mengonsumsi daun tempuyung bisa menghindarkan diri dari serangan kanker.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF