Daun Ubi Jalar, Ternyata Bisa Cegah Kanker, Osteoporosis, Katarak, Penyakit Jantung, dan Nyeri Haid
berita
Daun Ubi Jalar/ Net
26 May 2021 08:00
Watyutink.com – Selama ini orang hanya mengenal daun singkong atau ubi kayu sebagai bahan makanan. Daun singkong biasanya disajikan dalam bentuk lalapan atau menu makanan lainnya. Namun tidak banyak yang mengenal ‘saudara kandung’ daun singkong, yakni daun ubi jalar. Padahal bahan makanan atau umbi-umbian yang oleh orang Jawa disebut telo ini sering disajikan bersama singkong. Ubi dan singkong kerap diolah bersama menjadi kolak atau makanan lainnya.

Sudah selayaknya daun ubi jalar disajikan dalam menu makanan sehari-hari. Pasalnya daun ubi jalar tidak hanya enak tapi juga sehat. Pasalnya daun ubi jalar atau telo mengandung beragam nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan. Daun ubi jalan juga dikenal sebagai salah satu bahan pembuat obat tradisional.

Tahukah Anda, apa saja manfaat daun ubi jalar untuk kesehatan?

Ubi jalar mempunyai bahasa latin Ipomoea Batatas adalah tanaman yang banyak tumbuh di wilayah dengan iklim tropis, termasuk Indonesia. Daun ubi jalar bercirikan, warna hijau terang dengan bentuk menyerpai hati. Daun ubi jalan mempunyai ukuran empat hingga 15 sentimeter dan lebar tiga hingga 11 sentimeter.

Manfaat yang dimiliki daun ubi jalar lantaran kandungan nutrisi yang sangat banyak di dalamnya. Diantaranya air, kalori, protein, karbohidrat, serat, karoten, lutein, kalsium, kalium, fosfot, zat besi, natrium, selanium, dan zeaxanthin.  Kandungan vitamin dalam daun ubi jalar juga sangat lengkap, seperti vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, C dan vitamin K.

Hal itu membuat daun ubi jalar sangat baik untuk menjaga kesehatan, salah satunya bagi jantung. Kandungan vitamin B6, C, dan riboflavin dalam daun ubi jalar sangat baik untuk menjaga fungsi jantung. Bahkan kandungan ketiga nutrisi itu dalam daun ubi jalan lebih tinggi dibanding sayuran hijau lainnya. Selain itu daun ubi jalar juga mengandung vitamin D dan K yang dapat mencegah osteoporosis atau pengeroposan tulang. Kadungan kalsium yang seimbang pada daun ubi jalar juga diyakini dapat menyehatkan tulang, terutama bagi wanita yang sudah memasuki masa menopause.

Bagi wanita, daun ubi jalar juga dapat mengatasi rasa nyeri saat haid. Selain itu kadungan vitamin K juga dapat mempercepat pembekuan darah. Sehingga mencegah perdarahan yang berlebihan saat menstruasi. Kekurangan vitamin K berisiko menyebabkan nyeri dan kram perut saat menstruasi. Itulah sebabnya mengonsumsi daun ubi jalar sangat baik bagi para wanita.

Vitamin K dalam daun ubi jalan juga berguna mencegar penyakit kanker. Penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan menunjukkan  vitamin K mampu meningkatkan fungsi liver pada pasien kanker hati. Vitamin K juga mempu menurunkan risiko kanker dan penyakit kardiovaskular.

Daun ubi jalar juga baik untuk menjaga kesehatan mata. Kandungan vitamin A, C, E, zat besi dan tembaga dalam daun ubi jalar mampu mencegah degenerasi makula atau gangguan mata akibat pertambahan usia, seperti katarak. Degenerasi makula jika tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kebutaan.

Daun ubi jalar juga berguna mencegah penyakit akibat kerusakan otak, seperti parkinson dan  alzheimer. Selain itu daun ubi jalar juga berguna melindungi otak dan stres oksidatif. Hal ini lantaran kandungan vitamin K yang terdapat pada daun ubi jalar memiliki sifat antiradang.

Ada beragam cara untuk mengambil manfaat daun ubi jalar sebagai obat herbal. Cara termudah adalah memakannya sebagai lalapan atau tumis-tumisan. Bisa juga dengan cara membuat rebusan daun ubi jalar dan selanjutnya meminum airnya. Namun disarankan daun ubi jalar dikonsumsi dalam jumlah sewajarnya dan tidak berlebihan.

Daun ubi jalan juga berguna untuk mengobati luka luar seperti bengkak dan bisul cukup dengan menghaluskan beberapa helai daun ubi jalar. Selannjutnya tempelkan pada bagian tubuh yang bengkak atau bisulan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF