Dilarang Nabi Muhammad SAW, Kebiasaan Menggeretakkan Jari Ternyata Berbahaya
berita
Ilustrasi/ Net
25 March 2021 16:10
Watyutink.com – Bagi sebagian orang menggeretakkan jari-jemari adalah sesuatu yang menyenangkan. Kebiasaan itu biasanya dilakukan untuk mengisi waktu atau sekadar iseng. Meski ada pula yang menggeretakkan jari untuk mengusir perasaan gugup atau nervous.

Meski terkesan biasa, bagi umat Islam sebaiknya tidak melakukan kebiasaan menggeretakkan jari. Pasalnya Nabi Muhammad SAW telah melarang umat Islam menggeretakkan jari-jemari. Kebiasaan itu disebut ‘tasybik.’  Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan  Abu Dawud, Rasulullah bersabda “Apabila salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu dia membaguskan wudhunya, kemudian pergi menuju masjid, maka janganlah dia melakukan tasybik.”

Bukan tanpa alasan jika kebiasaan menjalin jari lalu menggeretakkan sampai berbunyi sebaiknya tidak dilakukan. Pasalnya kebiasaan itu bisa mendatangkan bahaya.

Tahukah Anda apa saja bahaya kebiasaan menggeretakkan jari-jemari?

Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal dalam Annals of Rheumatic Diseases menyatakan kebiasaan menggeretakkan jari bisa menyebabkan pembengkakan tangan. Selain itu itu kebiasaan tersebut lama kelamaan akan menurunkan kekuatan dan kemampuan tangan saat memegang sesuatu. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kebiasaan ini mengarah kepada gangguan fungsional tangan.

Dalam penelitian lain yang ditampilkan di American Journal of Orthpaedics menjelaskan menggeretakkan jari sejatinya adalah memaksa atau memanupulasi jari. Sejatinya suara yang terdengar bukannya menunjukkan kondisi yang baik, melainkan justru bisa berujung cedera akut. Salah satu yang sering terjadi adalah keluahan nyeri atau bengkak pada buku-buku jari.  

Ahli bedah ortopedi Kim L. Stearns, MD, mengatakan, cracking knuckles bisa melepaskan gas dalam bentuk gelembung nitrogen dari ruang di sekitar sendi. Bunyi tersebut dipicu adanya dekompresi dalam gelembung di dalam sendi. Bunyi yang dihasilkan terkadang bisa membuat orang lain merasa nyeri. Stearns menambahkan, sebuah penelitian yang mengungkapkan, kebiasaan ini jika dilakukan pada jari yang kebetulan lebih lemah justru memicu terjadinya pembengkakan tangan.

Sebenarnya yang sebaiknya dihindari bukan hanya membunyikan jari tangan. Kebiasaan yang disebut ‘Cracking Knuckles’ itu juga sebaiknya tidak dilakukan di semua persendia, baik jari, kaki, tangan, punggung, pinggang, leher atau bagian tubuh lainnya. Kebiasaan yang sering menghasilkan bunyi “kretek” itu sekilas memang menghasilkan sensasi yang melegakan. Hal ini membuat sebagian orang ‘kecanduan’ melakukannya. Mereka beranggapan menggerakkan jari dan persendian sampau berbunyi “kretek adalah bagian dari peroses relaksasi.   

Padahal sebenarnya kegiatan itu justru berisiko menyebabkan cedera. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, dr. Rita Kumalasari, Sp.KFR mengakui membunyikan persendian bisa menimbulkan rasa nyaman. Namun jika dilakukan secara berlebihan apalagi secara tidak tepat, justru berbahaya. Pasalnya di beberapa bagian tubuh, seperti leher terdapat banyak terdapat saraf. Menggerakkan leher secara berlebihan menurut Rita tentu sangat berbahaya.

Jika dilakukan secara benar dan tidak berlebihan menggerakkan persendian tidak mengapa dilakukan. Dr Rita menyebut munculnya bunyi “kretek” sebenarnya menujukkan gerakan yang dilakukan sudah berlebihan. Bunyi itu muncul akibat gesekan dan tekanan dari tulang rawan di tubuh.  Bunyi juga bisa berasa dari tendon yang teregang.

Jika dilakukan berlebihan, menurut dr Rita menggerakkan sendi sangat berbahaya bagi tulang dan otot. Dokter yang berpraktik di RS Simpangan Depok dan di Klinik Budhi Pratama Jakarta Timur ini menerangkan melakukan peregangan sebenarnya tidak harus sampai mengeluarkan bunyi. Cukup dengan menggerakkan leher, pinggang, jari, atau persendian lainnya sewajarnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF