Edamame, Kedelai Jepang yang Sehatkan Jantung, Darah, dan Pencernaan
berita
Edameme "Kedelai Jepang"/ Net
03 October 2019 16:29
Watyutink.com – Banyak diantara kita yang belum mengetahui kacang Edamame. Padahal saat ini kacang edamame sudah banyak dibudidayakan. Para vegetarian atau orang yang tidak mengonsumsi daging-dagingan, banyak menggunakan kacang edamame sebagai salah satu sumber nutrisi. Pasalnya tanaman ini dikenam memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat kacang edamame bagi kesehatan?

Secara fisik kacang edamame mirip dengan kedelai. Namun edamame bertekstur lebih halus dan rasanya manis. Itulah sebabnya beberapa orang menyebutnya dengan nama Kedelai Jepang. Padahal kacang ini sebenarnya berasal dari China. Kemungkinan, sebutan tersebut lantaran edamamie banyak disajikan di rumah makan Jepang.    

Saat ini banyak ditanam di Indonesia. Bahkan di beberapa daerah, seperti Jember, Jawa Timur, edamame sudah menjadi produk ekspor. Kacang ini menjadi primadona produk pertanian lantaran mengandung berbagai nutrisi yang baik bagi kesehatan. Dalam satu mangkuk kecil kacang edamame terdapat 16,86 gram protein. Itulah sebabnya kacang edamame mampu menggantikan telur dan daging sebagai sumber protein.

Selain itu edamame juga mengadung vitamin sembilan asam amino esensial. Bahkan kacang edamame disebut sebagai satu-satunya sayuran yang memilikinya. Dalam satu porsi edamame terdapat 10 persen kebutuhan harian zat besi dan vitamin C, dan delapan persen vitamin A. Selain itu edamame juga mengandung 8,1 gram serat dan 189 kalori.   

Kadungan nutrisi dalam edamame membuatnya bermanfaat untuk kesehatan. Salah satunya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kacang edamame diketahui mengandung antioksidan tinggi yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahun tubuh. Itulah sebabnya rutin mengonsumsi kedelai jepang diyakini dapat menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit, terutama akibat perubahan cuaca.

Edamame juga dapat melindungi tubuh dari serangan jantung . Pasalnya kandungan antioksidan dalam kacang edamame dapat menghancurkan lemak yang menumpuk dalam tubuh. Lemak inilah yang menjadi pemicu penyakit jantung dan darah tinggi atau hipertensi.

Edamame juga mempunyai fungsi sebagai zat anti inflamasi. Itulah sebabnya edamame juga bisa meringankan rasa nyeri, perih, pegal, dan peradangan.

Sedangkan kandungan isoflacin dalam kacang edamame dipercaya dapat mengurani risiko penyebaran kanker prostan dan payudara. Isoflavin diketahui sebagau senyawa yang berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah penyebaran sel kanker.

Kacang edamame juga sangat baik untuk kesehatan sistem pencernaan. Pasalnya edamame memiliki kandungan serat tinggi yang dapat meningkatkan kerja organ pencernaan. Itulah sebabnya bagi Anda yang sedang dalam program diet atau menurunkan berat badan, kacang edamame adalah pilihan yang tepat. Kadungan karbohidrat dalam edamame bakal membuat tubuh kenyang lebih lama sehingga bisa menekan keinginan makan dalam jumlah banyak.

Edamame juga bermanfaat dalam proses pembekuan darah. Pasalnya kacang ini mengandung vitamin K yang cukup tinggi. Selain itu edamame juga baik dalam mencegah penyakit osteoporosis atau kerapuhan tulang dan penyakit alzheimer.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia