Gunakan Darah Hingga Racun, Perawatan Kecantikan ini Mengerikan
berita
pixabay.com
20 August 2019 15:15
Watyutink.com - Perawatan kecantikan selalu relevan diperbincangkan sepanjang zaman. Sebagai manusia nomal, kecantikan adalah keindahan yang hangat diperbincangkan. Tak jarang, manusia nekad melakukan perawatan mahal untuk mendapatkan kecantikan yang diinginkan. Bahkan dengan kecanggihan teknologi kini bentuk wajah saja bisa diubah.

Bukan hanya zaman kini yang terobsesi dengan kesempurnaan kecantikan. Meski konstruksi kecantikan bisa berubah dari zaman ke zaman, kecantikan selalu dikejar dan diupayakan. Tak jarang orang melakukan prawatan unik bin ajaib guna mencapai kecantikan yang dikehendaki.

Tahukah Anda, darah hingga racun kerap digunakan untuk perawatan kecantikan?

Mandi darah agar cantik dan awet muda. Erzsebet Bathory atau Countess Elizabeth Bathory de Ecsed merupakan salah satu yang meyakini bahwa mandi darah perawan dapat menjaga tubuh tetap cantik abadi dan awet muda.

Bahkan, Bathory tercatat sebagai salah satu pembunuh berantai paling terkenal sepanjang sejarah. Sepanjang melakukan perawatan kencantikannya, Bathory dicatat telah membantai dan menyiksa sekitar 650 orang gadis.

Konon, perawatan kencantikan ini dianggap masih relevan hingga sekarang (namun dengan cara yang lebih beradab). Bahkan sebuah novel yang berjudul ‘Darcula’, karya Bram Stoker tahun 1897 dianggap terinspirasi dari kisah Bathory.

Warnai kulit dengan cat beracun agar terlihat putih. Cat ini mengandung timbal dan logam beracun yang bisa menyebabkan sakit kepala, rambut rontok, sakit perut, gigi keropos bahkan membusuk, bisa juga akibatkan kelumpuhan bahkan kematian.

Mengapa perawatan kecantikan menarik? Era Ratu Elizabeth I, zaman dimana perempuan dengan wajah kulit putih pucat dan bibir berwarna merah adalah symbol kecantikan. Semakin putih kulit perempuan akan dinilai semakin cantik karena melambangkan kekayaan. Itulah mengapa cat beracun ini digunakan sebagai pemutih meski dampaknya sangat mengerikan.

Terapi memutihkan wajah dengan lintah dan lendir bekicot. Sekitar abad 14-17 putih pucat adalah standar kecantikan. Perempuan masa itu memutihkan wajah dengan berbagai cara, termasuk cara cat beracun diatas. Selanjutnya adalah menggunakan lintah sebagai pengering darah di bagian wajah.

Caranya dengan menempelkan lintah pada kulit wajah dan telinga. Setelah darah dihisap oleh lintah maka kulit wajah akan lebih putih dan pucat. Ada ada saja ya. Lalu bagaimana dengan bekas luka gigitan lintah tersebut? Ternyata lendir bekicot ampuh untuk menyamarkan noda bekas luka hisapan lintah sehingga kulit wajah terlihat mulus kembali.

Perawatan kecantikan menggunakan zat radioaktif. Tahun 1898, Marie Curie menemukan radium (sejenis unsur kimia berwarna putih bersih) untuk perawatan kencantikan. Radium ini digunakan dalam berbagai perawatan kecantikan mulai dari sabun, beda, tonik rambut, hingga parfum dan lipstick.

Radium ternyata berakibat buruk bagi kesehatan karena mengandung radioaktif yang tinggi. Pemakaian kosmetik yang mengandung radium menyebabkan muntah-muntah, anemia, pendarahan bahkan kanker. Itulah sebabnya radium tidak baik bagi perawatan kecantikan.

Gosok gigi dengan menggunakan batu bata. Sebelum menemukan sikat gigi yang halus nan lembut seperti zaman sekarang beserta pasta giginya, nenek moyang kita memebrsihkan gigi dengan batu bata. Hal ini karena diyakini bahwa batu bata berasal dari tanah liat yang membantu membuat gigi bersih dan putih. Kebayang deh sikat gigi dengan batu bata, bisa berdarah semua gusinya.

Pelihara ulat di perut agar langsing. Demi kelangsingan yang dianggap sebagai salah satu tolok ukur kecantikan, perempuan rela memelihara ulat di dalam perut mereka. Awal tahun 1800-an wanita Inggris mengkonsumsi pil ulat yang berisi larva ulat untuk menurunkan berat badan.

Ulat yang berkembang di usus akan memakan kalori yang masuk ke dalam lambung ddan tumbuh semakin besar hingga kemudian ulat dikeluarkan lagi dari dalam tubuh. Ih, mengerikan sekali ya.

Kecantikan memang penting namun jangan sampai membahayakan diri sendiri ya, apalagi hingga membunuh orang lain. Sebab hidup lebih penting daripada kecantikan apapun. (yed

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik