Hati-hati, Jangan Konsumsi Vitamin Berlebihan, Bukannya Sehat Tubuh Justru Mudah Terserang Penyakit
berita
Ilustrasi/ Net
09 August 2021 08:00
Watyutink.com – Manfaat vitamin bagi kesehatan sudah banyak diketahui. Vitamin A bermanfaat bagi kesehatan mata, vitamin C untuk meningkatkan kekebalan tubuh, vitamin D untuk kesehatan tulang, dan vitamin E untuk kesehatan kulit. Selain itu beberapa vitamin lain juga sangat baik untuk menjaga kesehatan. Hal itulah yang menyebabkan banyak orang berusaha memenuhi asupan vitamin untuk memsatikan tubuh tetap terjaga kebugaran dan kesehatannya, apa lagi di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Berbagai sumber vitamin, seperti sayuran dan buah-buahan dikonsumsi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan vitamin harian tubuh. Tak lupa suplemen vitamin diminum setiap hari meskipun terkadang harganya tidak murah.

Namun upaya mencukupi kebutuhan vitamin seringkali membuat orang melupakan jumlah asupan yang diperlukan. Padahal sebenarnya mengonsumsi vitamin tidak boleh sembarangan. Asupan vitamin harus disesuaikan dengan kebutuhan. Kelebihan asupan vitamin dikhawatirkan justru menimbulkan masalah kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja penyakit yang bisa muncul akibat kelebihan vitamin?

Vitamin bisa dibedakan menjadi dua macam, yakni yang larut dalam air seperti vitamin B dan C serta vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin, A, D, E, dan K. Kelebihan dari tiap-tiap vitamin tersebut bisa menimbulkan akibat yang berbeda. Namun, secara umum vitamin larut lemak menimbulkan akibat yang lebih berbahaya bagi tubuh. Pasalnya vitamin tersebut akan menumpuk dalam tubuh.

Beberapa kondisi yang muncul akibat kelebihan vitamin juga bisa dibedakan menurut jenis vitamin yang dikonsumsi. Kelebihan vitamin A berakibat meningkatnya risiko osteoporosis atau kerapuhan tulang. Mengonsumsi vitamin A melebihi 1,5 miligram per hari dapat meningkatkan risiko patah tulang. Padahal sejatinya vitamin A sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata.

Jika Anda biasa mengonsumsi minyak ikan, susu, telur, dan hati sebaiknya hentikan konsumsi suplemen vitamin A. Pasalnya makanan tersebut sudah mengandung vitamin A dalam jumlah cukup.

Kelebihan vitamin B bisa menimbulkan gangguan pada pencernaan seperti rasa mual. Kulit pun akan menjadi kemerahan dan terasa perih. Selain itu kelebihan asupan vitamin B juga berisiko mengganggu fungsi hati.

Sebenarnya vitamin B berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan membantu pembentukan sel darah merah. Vitamin yang terdiri dari B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12 ini banyak diperoleh dari sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, telur, dan hati.

Masalah pencernaan juga bisa muncul akibat kelebihan asupan vitamin C. Kelebihan vitamin yang berasa asam ini dapat menimbulkan rasa mual, muntah, diare, dan sakit perut. Padahal vitamin yang banyak terdapat pada buah jeruk, brokoli, dan kentang ini berguna untuk menjaga daya tahan tubuh dan mencegah serangan berbagai jenis penyakit. 

Sedangkan kelebihan vitamin D dapat memicu penyakit batu ginjal. Pasalnya kelebihan vitamin D menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah, arteri, dan jaringan lunak. Padahal vitamin yang banyak terdapat dalam minyak ikan, daging merah, hati, dan terlur ini berfungsi untuk menjaga kesehatan tulang, gigi, dan otot. Vitamin D juga bisa diproduksi secara alami oleh kulit dengan bantuan sinar matahari.

Vitamin E adalah zat yang bermanfaat menjaga kesehatan kulit dan jaringan tubuh. Namun kelebihan vitamin E bisa menyebabkan memar, ruam, sakit kepala, dan tubuh terasa letih. Beberapa ahli bahkan menyebut asupan  vitamin E yang terlalu banyak meningkatkan risiko serangan stroke. Itulah sebabnya jika sudah rutin mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin E, seperti minyak sayur, buah, daging ayam, telur, dan sereal sebaiknya hentikan konsumsi suplemen vitamin E.

Itulah sebabnya dalam mencukup asupan vitamin kita sebaiknya tidak terlalu berlebihan. Bila makanan yang kita konsumsi setiap hari sudah bervariasi, rasanya sudah cukup memenuhi asupan vitamin. Kalau pun ingin mengonsumsi suplemen vitamin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF