Hati-hati, Makan Ikan Mentah Bisa Sebabkan Keracunan, Gangguan Pencernaan dan Kematian
berita

04 September 2019 17:15
Watyutink.com – Beberapa saat lalu Youtuber, Ria Ricis mendapat kecaman warganet. Pasalnya dalam salah satu unggahannya Ricis terlihat sedang menyantap seekor gurita yang masih dalam kondisi hidup. Warganet menganggap tindakan Ricis tidak pantas dilakukan lantaran terkesan menyiksa mahluk hidup. Komunitas pecinta satwa, Garda Satwa melalui aku instagram @gardasatwafoundation menyebut unggahan Ricis mengandung unsur kekerasan.

Selain mengandung unsur kekerasan, tindakan Ricis memakan gurita hidup ternyata juga berbahaya. Bahkan memakan gurita hidup bisa menyebabkan kematian. Bukan hanya gurita, ikan atau hewan laut  lainnya pun berisiko mengganggu kesehatan jika dimakan dalam kondisi mentah atau belum dimasak.

Tahukah Anda, mengapa makan ikan dalam kondisi mentah berbahaya?

Ahli gizi dari Inggris, Jenny Tschiesche menyatakan memakan gurita yang masih dalam kondisi hidup dan bergerak bisa menyebabkan kematian. Pasalnya tentakel atau pengisap yang dimiliki gurita bisa tersangkut dan menyumbat ditenggorokan. Akibatnya seseorang bisa kesulitan bernafas setelah menyantap gurita hidup. Jika tidak segera mendapat pertolongan bisa berakibat kematian.

Selain gurita, memakan ikan laut dalam kondisi mentah pun berbahaya. Meskipun sajian ikan mentah banyak digemari tapi beberapa ahli mengatakan menu makanan sushi dan sashimi memiliki risiko dan bahaya bagi kesehatan.  Dr Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, mengatakan ikan mentah memiliki kandungan parasit cacing anisakis yang bisa memicu penyakit anisakidosis. Penyakit ini ditandari dengan nyeri perut yang sangat hebat, mual, muntah dan diare.

Daging ikan mentah cenderung memiliki tekstur lembut dan halus saat dimakan. Hal inilah yang membuat memakan ikan mentah memiliki sensasi tersendiri. Namun parasit dalam daging ikan menyebabkan kebiasaan tersebut perlu diwaspadai.

 Jenis parasit lain yang juga kerap ditemui pada daging ikan mentah adalah bakteri salmonella. Parasit ini tidak dapat beradaptasi dengan tubuh dan menimbulkan dampak negatif pada kesehatan, seperti keracunan dan mengundang datangnya penyakit.

Jika saat mengonsumsi ikan mentah, tubuh sedang dalam kondisi sehat, gangguan kesehatan yang dialami bisa jadi tidak terlalu berat. Pasalnya sistem imun atau kekebalan tubuh bisa melindungi manusia dari berbagai penyakit. Namun jika sedang tidak fit bisa jadi tubuh akan terserang penyakit seperti diare, muntah, dan sakit perut.

Saat kondisi tubuh sedang baik-baik saja, alis sehat, risiko dari makan ikan mentah mungkin hanya gangguan kesehatan kecil. Sebab pada saat tersebut, tubuh memiliki sistem imun yang berfungsi untuk melindungi. Namun tidak menutup kemungkinan kebiasaan mengonsumsi ikan mentah bisa menyebabkan muntah, diare, sakit perut, hingga gangguan kesehatan lainnya.

Dr Kartika Mayasari dari KlikDokter mengatakan dibutuhkan teknik khusus dalam mengolah daging ikan agar bisa dinikmati dalam kondisi mentah atau tidak dimasak. Food and Drug Administration (FDA), lembaga pengawas obat dan makanan Amerika Serikat menyebut, ikan mentah baru dapat dikonsumsi dengan aman setelah dibekukan selama 12 hingga 24 jam. Cara ini terbukti efektif menyingkirkan zat-zat berbahaya yang ada di dalam ikan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Revisi UU KPK, Ancaman Terhadap Demokratisasi oleh Oligarki Predatoris             Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik