Hati-hati Makan Mi Instan Saat Buka dan Sahur, Bisa-bisa Puasa Anda Terganggu
berita
Sumber Foto : kompas.com
26 April 2021 17:10
Watyutink.com - Diakui atau tidak makanan paling disukai orang Indonesia adalah mi instan. Rasanya yang nikmat dan beraneka varian dipastikan membuat siapa saja tergoda menyantap mi instan. Ditambah dengan cara penyajiannya yang sangat mudah. Tanpa harus memiliki kemampuan memasak, sepiring mi akan tersedia dalam waktu singkat.

Menikmati mi instan bisa kapan saja. Tak terkecuali di bulan Ramadhan. Namun tentu saja tidak di siang hari. Pasalnya saat ini umat Islam harus berpuasa. Mi instan hanya bisa dinikmati di sore atau malam hari. Bahkan seringkali mi instan menjadi menu untuk berbuka dan sahur.

Ternyata menjadikan mi instan sebagai makanan berbuka atau sahur adalah kebiasaan yang tidak baik. Jika hal itu sering dilakukan apalagi jadi kebiasaan dikhawatirkan membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Tahukah Anda apa bahayanya makan mi instan saat berbuka puasa?

Ahli gizi RS Indriati Solo Baru, Rista Yulianti Mataputun, SGz, mengatakan makan mi instan saat berbuka dan sahur sangat tidak dianjurkan. Pasalnya hal itu terlebih lagi saat tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Rista menyatakan seseorang yang sedang berpuasa membutuhkan asupan nutrisi yang cukup.

Meski tidak makan dan minum disiang hari, asupan nutrisi tetaplah harus terjaga. Itulah sebabnya saat makan sahur sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan saat berpuasa.

Sayangnya menurut Rista, kandungan nutrisi dalam mi instan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh, apalagi saat berpuasa. Rista menjelaskan kandungan gizi dalam mi instan sebagian besar adalah karbohidrat atau kalori. Akibatnya orang yang makan mi instan akan cepat lapar.

Dikutip dari kompas.com makan sahur dengan mi instan akan memberikan efek rasa kenyang yang sebentar. Selanjutnya tubuh akan lapar lagi.Tentu hal ini sangat tidak baik jika terjadi saat seseorang tengah berpuasa. Dikhawatirkan rasa lapar akan mengganggu saat berpuasa.

Hal serupa jika mi instan digunakan untuk menu buka puasa. Menyantap mi instan saat buka puasa cenderung menyebabkan seseorang makan lebih banyak di malam hari lantaran masih merasa lapar. Padahal makan terlalu banyak juga tidak baik bagi kesehatan.

Efek buruk akan makin terasa jika mi instan dimakan langsung sesaat setelah adzan maghrib terdengar. Langsung menyantap mi instan saat berbuka bisa membuat saluran pencernaan bekerja sangat keras. Padahal sebelumnya selama sekitar 12 jam saluran pencernaan tidak bekerja. Akibatnya perut akan menjadi tidak nyaman.

Sebaiknya konsumsi air putih dan kurma terlebih dahulu. Hal ini akan membuat perut  beradaptasi dengan makanan dan minuman sebelum kita mengonsumsi makanan besar. Kalaupun terpaksa harus makan mi instan, baik untuk buka puasa maupun sahur, Rista menyarankan ditambahkan banyak sayuran dan sumber protein, seperti telur.

Bumbu mi instan sebaiknya juga tidak digunakan dan diganti dengan bumbu buatan sendiri. Pasalnya menurut Rista bumbu mi instan sebagian besar berisi monosodium glutamate (MSG). Hal ini bisa mambuat tubuh cepat merasa haus. Jika hal itu terjadi setelah waktu imsak tentu akan sangat mengganggu jalannya ibadah puasa.

Dalam situasi pandemi Covid-19, saat semua hal serba terbatas, termasuk ketersediaan bahan pangan. Mi instan seringkali menjadi makanan alternatif. Itulah sebabnya agar tidak mengganggu kesehatan dan saat menjalankan ibadah puasa, sebaiknya asupan nutrisi tetap dijaga.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF