Hati-hati, Rumah Terlalu Bersih Justru Sebabkan Anak-anak Terjangkit Leukemia
berita
Sumber Foto : Istimewa
19 August 2019 17:00
Watyutink.com – Siapa yang tidak suka dengan rumah yang terlihat bersih dan rapi. Setiap orang pasti berharap rumahnya bersih dan terbebas dari semua kotoran. Itulah sebabnya kita selalu berusaha membersihkan rumah dan lingkungan sekitar tempat tinggal secara rutin.

Terlebih bagi Anda yang mempunyai anak yang masih kecil. Rumah bersih diyakini dapat mencegah efek negatif dari lingkungan yang kotor. Pasalnya lingkungan yang kotor dan tidak terawat bisa menjadi sarang kuman atau bakteri penyebab penyakit.

Menjaga rumah dan lingkungan selalu bersih memang tidak ada salahnya. Namun, sebaiknya jangan ‘keterlaluan.' Pasalnya rumah yang telalu bersih ternyata bisa menimbulkan gangguan kesehatan kepada anak.

Tahukah Anda, penyakit apa yang bisa timbul akibat rumah yang terlalu bersih?

Mel Greaves, peneliti dari Institute of Cancer Research, Inggris mengatakan rumah yang terlalu bersih berisiko memicu anak terjangkit penyakit serius, seperti leukemia atau kanker darah. Pasalnya jauh dari semua jenis kotoran dan bakteri akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh anak-anak. Pengaruh negatif akibat terlalu bersih dapat meningkatkan masalah kesehatan akut.

Mel menyatakan anak-anak yang kelewat bersih akan memicu perkembangan leukemia limfoblast akut, yakni kondisi yang menyebabkan sumsum tulang menghasilkan jumlah limfosit atau jenis sel darah putih yang berlebihan. Studi yang diterbitkan jurnal Nature Reviews Cancer mengatakan leukemia limfoblast akut cenderung menjangkiti anak-anak yang lebih banyak menghabiskan hari-harinya di dalam rumah yang sangat bersih.

Dalam penelitiannya, Mel menyoroti manfaat memiliki infeksi di awal kehidupan anak-anak. Hal itu menurutnya dapat mencegah mutasi genetik yang bisa memicu leukemia. Mel menyebut temuan ini berasal dari analisa terhadap anak penderita leukemia selama 30 tahun terakhir.  Menurut Mel, leukemia atau kanker darah cenderung menjangkiti anak-anak yang sistem kekebalannya tidak dipersiapkan dengan baik.

Studi menunjukkan, infeksi yang diderita semasa bayi dapat mengurangi risiko mengalami leukemia limfoblastik akut. Penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi sebuah pendekatan baru dalam mencegah terjadinya kasus leukemia pada anak-anak. (cp)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)