Hentikan Kebiasaan Begadang atau Anda Bakal Kena Serangan Jantung, Diabetes dan Risiko Kematian Dini
berita

29 July 2021 16:30
Watyutink.com – Salah satu lagu karya Bang Haji Rhoma Irama yang sangat terkenal adalah "Begadang." Lagu itu berisi peringatan agar tidak membiasakan diri begadang sampai larut malam, apalagi tidak tidur sampai pagi. Dalam lagu itu Bang Haji mengatakan, "Kalau terlalu banyak begadang muka pucat karena darah berkurang. Bila sering kena angin malam segala penyakit akan mudah datang."

Ternyata syair dalam lagu Begadang benar adanya. Kebiasaan begadang, baik hanya sekadar duduk-duduk, nongkrong, atau nonton sepak bola, ternyata membawa akibat buruk bagi kesehatan. Kebiasaan begadang, melek sampai pagi bisa menjadi pemicu penyakit yang lebih berat.

Tahukah Anda, apa saja efek buruk begadang?

Tidur adalah kebutuhan manusia. Selain untuk mengistirahatkan tubuh, saat tidur otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme tubuh. Selain itu tidur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, memperbaiki daya ingat dan memperbaiki mood atau suasana batin yang berpengaruh pada kondisi emosional.
Tidur juga dapat meningkatkan kebugaran dan energi sehingga dapat lebih fokus dan bersemangat dalam beraktivitas keesokan harinya. 

Itulah sebabnya kita dianjurkan cukup waktu tidur. Dalam sehari setidaknya orang dewasa tidur delapan jam. Bagi anak-anak waktu tidurnya bisa lebih lama. Jika waktu tidur kita kurang maka gangguan kesehatan dikhawatirkan akan datang. Salah satu kegiatan yang bisa mengurangi waktu tidur adalah begadang.

Secara ilmiah, begadang terbukti memiliki efek negatif bagi kesehatan. Kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan. Orang  begadang selalu mendampinginya dengan makanan, baik camilan maupun jenis makanan yang lebih berat. Hal itu menyebabkan konsumsi karbohidrat jadi lebih banyak. Hal inilah yang menyebabkan risiko obesitas menjadi lebih besar.

Selain itu kondisi kurang tidur membuat tubuh bertambah lapar dan meningkatkan nafsu makan. Tidur kurang dari tujuh jam  sehari cenderung meningkatkan berat badan yang lebih besar dibandingkan tidur dengan waktu yang cukup.

Seorang peneliti asal Italia dan Inggris menyebut orang yang setiap hari tidur kurang dari enam jam memiliki risiko kematian dini 12 persen lebih besar daripada orang yan cukup tidur. Penelitian tersebut menyebut tidur kurang dari enam jam  menimbulkan penyempitan pembuluh darah yang berakibat meningkatnya tekanan darah. Kurang tidur juga menyebabkan tubuh kekurangan magnesium yang memicu pengerasan dinding pembuluh darah arteri atau ateroskelosis. Hal inilah yang memicu hipertensi, stroke dan serangan jantung.

Begadang juga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Pasalnya kurang tidur menyebabkan tubuh resisten terhadap insulin. Akibatnya tubuh tidak bisa menyerap sisa gula dalam tubuh. Hal ini menjadi penyebab terjadinya diabetes atau kencing manis.

Begadang juga meningkatkan risiko kanker. Pasalnya kebiasaan kurang tidur terkait dengan stres yang memicu kerusakan sel tubuh dan kemunculan kanker. 

Kebiasaan begadang juga menyebabkan kulit terlihat lebih tua. Hal ini disebabkan kebiasaan kurang tidur menyebabkan tubuh melepaskan hormon kartisol yang lebih banyak. Padahal hormon ini dapat memecah kolagen dan membuat kulit lebih kencang dan elastis. Kurang tidur dapat menyebabkan mata bengkak dan kulit menjadi pucat dan kusam.

Itulah efek buruk dari kebiasaan begadang. Tak heran jika dalam sebuah lagunya Bang Haji Rhoma Irama mengatakan “Begadang itu tiada artinya." Darilah itu sayangi badan, jangan begadang setiap malam. Kalau masih juga suka begadang, sungguh “Terrllalluuu..."

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF