Ikan Lele, Mengandung Beragam Nutrisi Tapi Sebaiknya Tidak Terlalu Sering Memakannya
berita
Sumber Foto : hellosehat.com
23 July 2019 16:50
Watyutink.com – Siapa yang tak kenal ikan lele. Kelezatan daging ikan lele banyak digemari orang, baik dewas maupun anak-anak. Tak heran jika warung yang menjual masakan daging lele selalu ramai diserbu orang.

Ternyata daging lele bukan hanya lezat tapi juga sehat. Pasalnya daging lele mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat ikan lele bagi kesehatan?

Para ahli gizi menyebut ikan lele adalah sumber asupan nutrisi yang baik. Selain itu ikan ‘diehard’ atau susah mati ini memiliki kandungan kalori dan lemak yang cukup rendah. Dalam 100 gram ikan lele hanya terdapat sekitar 122 kalori dan 6,1 gram lemak.  

Meski rendah tapi kandungan kalori dan lemak dalam daging lele bisa saja meningkat. Hal ini lantaran proses memasak yang kurang tepat, seperti menggoreng. Saat digoreng, tingkat kalori, lemak, dan kolesterol dalam ikan lele cenderung meningkat.

Untuk itu sebaiknya ikan lele diolah dengan cara dikukus, dipanggang, dibakar, atau direbus. Selain itu, untuk memperkaya asupan nutrisi, daging lele sebaiknya dikombinasikan dengan sumber nutrisi yang lain

Ikan lele juga mengandung protein yang cukup tinggi. Tiap ekor ikan lele mengandung 15,6 gram protein. Jumlah tersebut mampu memenuhi kebutuhan tubuh akan asam amino. Protein berkualitas tinggi juga membantu tubuh meningkatkan massa otot tanpa lemak. Kandungan protein dalam ikan lele juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Ikan lele juga bisa menjadi sumber vitamin B12. Satu ekor ikan lele mengandung 40 persen asupan vitamin B12 yang dibutuhkan tubuh setiap hari. Vitamin B12 diketahui bermanfaat sebagai sumber energi. Selain itu vitamin B12 yang larut dalam air juga penting untuk meningkatkan fungsi otak, sistem saraf, dan pembentukan darah.

Ikan lele juga diketahui rendah kadar merkuri. Seperti diketahui, merkuri adalah zat logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Di dalam air, merkuri akan menjadi zat metilmerkuri yang berikatan dengan protein dalam daging ikan. Penumpukan merkuri dalam tubuh dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti keracunan merkuri bahkan kerusakan saraf, terutama pada bayi dan anak-anak.

Riset yang dilakukan Environmental Protection Agency, lembaga independen di Amerika Serikat yang fokus mengkampanyekan perlindungan lingkungan, menyebut ikan lele sebagai salah satu ikan yang paling aman dikonsumsi karena rendah merkuri. 

Ikan lele juga kaya akan kandungan asam lemak omega-3 dan omega-6. Satu ekor ikan lele mengandung 220 miligram asam lemak omega-3 dan 875 miligram asam lemak omega-6. Kedua nutrisi ini sangat baik dalam menjaga kesehatan jantung dan fungsi kognitif.

Meski demikian, penelitian mengungkap, asam omega 6 dapat memengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Itulah sebabnya makan ikan lele sebaiknya tidak terlalu banyak. Makanlah dalam jumlah wajar. Selain itu sebaiknya tidak terlalu sering. Cukup dua atau tiga kali dalam seminggu makan ikan lele.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol