Jangan Buang Biji Nangka, Dapat Menyehatkan Pencernaan dan Menurunkan Kolesterol
berita

05 August 2019 17:05
Watyutink.com – Nangka adalah salah satu buah sangat mudah ditemukan di Indonesia. Buah berwarna kuning beraroma harum ini banyak disukai orang. Rasanya yang manis segar membuat orang sulit menghindari untuk menikmatinya. Selain lezat dan segar, buah nangka juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan.

Ternyata manfaat bagi kesehatan bukan hanya bisa diperoleh dari daging buah nangka. Biji buah nangka ternyata juga banyak mengandung manfaat bagi kesehatan.

Tahukah Anda, apa saja manfaat biji buah nangka bagi kesehatan?

Biji nangka diketahui mempunyai kandungan nutrisi yang cukup banyak, antara lain pati, protein, vitamin, mineral dan antioksidan yang cukup tinggi. Satu porsi atau setara dengan 28 gram biji nangka diketahui mengandung karbohidrat, protein, lemak, serat, riboflavin, tiamin, magnesium dan fosfor.

Selain itu, biji nangka atau yang orang Jawa menyebutnya beton ini juga mengandung serat dan pati resisten. Kedua nutrisi tersebut diketahui dapat melewati tubuh tanpa dicerna. Serat dan pati resisten bertindak sebagai makanan bagi bakteri usus. Manfaat lain dari serat dan pati resisten juga dapat mengontrol rasa lapar, menurunkan kadar gula darah, dan sensitivitas insulin.

Dalam pengobatan tradisional, biji nangka dikenal sebagai afrodisiak yang dapat mengatasi masalah pencernaan. Penelitian modern menemukan bahwa biji nangka juga sifat manfaat lainnya, antara lain memiliki efek antimikroba.

Itulah sebabnya biji nangka bisa digunakan untuk meredakan diare. Hal ini lantaran biji nangka memiliki efek antibakteri. Permukaan biji nangka diketahui ditutupi partikel-partikel kecil, yang bertindak sebagai antibakteri.

Saat melewati saluran pencernaan,  serat dalam dalam biji nangka dapat membantu menormalkan gerakan usus. Sehingga greakan usus menjadi lebih lembut dan meningkatkan frekuensi buang air besar. Terlebih serat memiliki sifat sebagai prebiotik, yang dapat membantu memberi makan bakteri bermanfaat dalam usus. Bakteri usus akan membuat pencernaan sehat dan fungsi kekebalan tubuh.

Biji nangka juga memiliki sifat antikanker. Hal ini lantaran biji nangka memiliki senyawa dan antioksidan tanaman yang cukup tinggi. Selain itu biji nangka juga kaya akan zat flavonoid, saponin, dan fenolik yang juga memiliki sifat antioksidan.

Penelitian menunjukkan bahwa senyawa-senyawa tersebut dapat membantu memerangi peradangan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan memperbaiki kerusakan DNA.

Kandungan serat dan antioksidan dalam biji nangka juga membuatnya bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat. Peningkatan kadar kolesterol jahat atau LDL kerap dikaitkan dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, dan peningkatan risiko penyakit jantung. Sebaliknya, kadar kolesterol baik atau HDL memiliki efek perlindungan jantung.

Untuk bisa mendapatkan manfaat biji nangka, cukup mudah. Biji nangka bisa diolah menjadi aneka makanan, salah satunya dengan merebus dan  menambahkannya dalam salad. Biji nangka juga bisa dihaluskan menjadi tepung dan selanjutnya diolah menjadi aneka makanan. Cara termudah mengolab biji nangka adalah dengan merebusnya dan memakannya sebagai camilan.

Namun perlu diingat, biji nangka tidak boleh dimakan mentah. Pasalnya biji nangka mentah memiliki kandungan antinutrien yang memiliki efek negatif bagi kesehatan.

Selain itu orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan seperti aspirin, pengencer darah atau antikoagulan, dan antiinflamasi nonsteroid  seperti ibuprofen atau naproxen sangat dianjurkan tidak memakan biji nangka. Dalam sebuah penelitian dibuktikan bahwa ekstrak biji nangka dapat memperlambat pembekuan darah dan bahkan mencegah pembentukan gumpalan darah.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Jerry Massie, Dr., M.A., Ph.D.

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies

Yahya Agung Kuntadi, Ir., M.M.

Kepala Kantor UGM Kampus Jakarta, Institute of Research and Community LPPM UGM

FOLLOW US

Konsep Sudah Benar, Implementasinya Gagal             Tugas Terbesar Negara, Mencerdaskan Bangsa!             Indonesia Butuh Terobosan-terobosan Progresif Bidang SDM             Penekanan pada Memobilisasi Kapasitas Modal Manusia Lokal Secara Otentik             Meritokrasi vs Kabilisme             Kendalikan Harga Pangan untuk Menekan Inflasi             Utang Semakin Besar, Kemampuan Membiayai Pembangunan Berkurang             Perhatikan Belanja Non K/L yang Semakin Membesar             GBHN Isu Elite Politik Saja             Kepentingan Politik Lebih Menonjol