Jangan Gunakan Kata ‘Takjil’ untuk Makanan Berbuka Puasa, Ganti dengan ‘Ifthar’
berita
Sumberfoto: kompas.com
19 April 2021 16:30
Watyutink.com – Memasuki bulan Ramadhan, salah kata yang paling sering kita dengar adalah “takjil.” Hal ini merujuk pada kebiasaan masyarakat mengadakan acara buka puasa bersama atau bukber. Meski saat ini acara bukber tidak banyak dilakukan lantaran masih dalam suasana pandemi Covid-19, namun kata takjil masih sering kita dengar.

Tidak banyak yang menyadari ternyata penggunaan kata takjil selama ini kurang tepat. Sejatinya kata yang lebih tepat adalah Ifthar. Para ahli bahasa menyebut kata “Ifthar” lebih tepat sesuai dengan akar kata dalam bahasa Arab. Selain itu dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) takjil bukan bermakna makanan atau hidangan untuk berbuka puasa.

Tahukah Anda, apa beda Takjil dan Iftar?

Kata Takjil selalu hadir di bulan Ramadhan. Berbagai kata seperti, berbagai takjil, menu takjil, atau resep takjil banyak ditemui di barbagai media, termasuk media sosial. Begitu lekatnya kata takjil dengan makna buka puasa, sampai-sampai ada beberapa orang yang yang mengistilahkan acara buka puasa bersama dengan takjilan. Berbagai penjual makanan untuk buka puasa pun selalu menuliskan kata ”menjual takjil.”  

Berbagi hal itu menjadikan seolah-olah takjil memang berarti hidangan atau makanan untuk berbuka puasa. Padahal anggapan itu tidak tepat. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) takjil atau ta’jil artinya mempercepat berbuka puasa. Hal ini merujuk pada akar kata dalam Bahasa Arab, yakni ‘ajjala yu’ajjilu yang berarti menyegerakan.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda “La yazalunn asu bikhairin ma ‘ajjaluuhul fithro.” Artinya “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” Dalam hadis tersebut kata "ajjalu” diartikan sebagai menyegerakan waktu berbuka.

Para ahli bahasa menjelaskan takjil adalah kata kerja dan bukan kata benda. Padahal makanan atau hidangan untuk berbuka puasa adala benda yang lebih tepat diungkapan menggunakan kata benda. Sehingga kata takjil atau ta’jil sejatinya sama sekali tidak berhubungan dengan makanan atau hidangan.

Jadi apa istilah yang benar untuk makanan atau hidangan berbuka puasa?

Kata atau istilah yang tepat untuk makanan atau hidangan berbuka puasa adalah Ifthar. Menurut KBBI, ifthar berarti berbuka puasa. Selain itu ada pula yang mengartikan ifthar sebagai makan diwaktu petang. Jika dikaitkan dengan buerbuka puasa, ifthar sangat tepat. Pasalnya umat Islam berbuka puasa saat memasuki waktu maghrib atau petang hari.

Sedangkan dalam bahasa Arab, ifthar, futur, afthara atau yufthiru berarti berbuka puasa. Terlebih dalam doa berbuka puasa yang selalu dibaca adalah “Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama'u wabtalatil 'uruqu wa tsabatal ajru insyaAllah.” Artinya "Ya Allah, untukMu aku berpuasa, atas rezekiMu aku berbuka. Telah hilang rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insyaAllah." Dalam doa tersebut kata afthartu diartikan sebagai berbuka puasa.

Dengan pemahaman tersebut sangat tepat bagi umat Islam dan masyarakat Indonesia pada umumnya mulai mengubah menggunakankata “takjil” untuk menyebut makanan berbuka puasa. Mulai sekarang ganti dengan “ifthar” yang maknanya lebih tepat untuk menyebut makanan atau hidangan berbuka puasa. Ifthar tidak hanya bermakna makanan kecil tapi juga makan besar.

Jadi apa ifthar Anda hari ini? Yuk berbagai ifthar dengan di bulan Ramadhan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF