Jangan Remehkan Tertelan Duri Ikan, Bisa Sebabkan Abses Retrofaringeal dan Infeksi
berita
Sumber Foto : tribunnews.com
02 September 2019 16:50
Watyutink.com - Makan ikan memang sangat nikmat. Dagingnya yang lezat pasti menggugah selera siapa pun. Kelezatannya semakin lengkap lantaran daging ikan dikenal kaya akan kandungan nutrisi dan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Siapa pun yang tidak doyan makan ikan, dipastikan rugi besar.

Namun saat menyantap ikan, kita harus berhati-hati. Pasalnya beberapa jenis ikan, seperti bandeng, mujair, dan lain-lain memiliki tulang atau duri yang cukup banyak. Jika tidak berhati-hati, dikhawatirkan duri ikan tertelan saat kita sedang asyik menyantapnya.

Tertelannya duri atau tulang ikan tidak bisa dianggap sepela dan harus segera ditangani. Pasalnya jika dibiarkan duri ikan yang tertelan bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Tahukah Anda, apa akibatnya jika tertelan duri ikan?

Duri ikan yang tertelan dipastikan menimbulkan rasa yang tidak nyaman. Meski sebenarnya duri ikan yang tertelan bisa hancur dengan sendirinya namun ada beberapa jenis ikan yang memiliki duri yang cukup kuat. Sehingga tidak mudah terlepas dari kerongkongan.   

Jika dibiarkan kerongkongan serasa tertusuk dan dalam jangka waktu lama akan menimbulkan luka. Dinding kerongkongan yang lunak akan mudah terluka akibat goresan apalagi tertusuk duri ikan. Akibat yang lebih fatal akibat tertusuk duri ikan adalah terjadinya abses retrofaringeal dan infeksi kuman. Abses retrofaringeal adalah suatu penimbunan nanah di dalam jaringan kerongkongan bagian belakang.

Abses retrofaringeal kerab ditandai dengan gejala berupa nyeri kerongkongan disertai demam tinggi. Selain itu muncul pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan kesulitan menelan. Saliva atau air liur terlihat banyak keluar dari mulut dan terkadang disertai gangguan pernafasan.

Jika sudah mengalami kondisi tersebut, sebaiknya Anda segera menghubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Itulah sebabnya segera lakukan tindakan pertolongan saat tertelan duri ikan. Hal ini penting untuk menghindari kondisi yang lebih fatal. Perlu diingat saat tertelan duri ikan, jangan sekali-kali berusaha mengeluarkannya menggunakan tangan. Hal ini justru menyebabkan infeksi dan cedera pada kerongkongan. Terlebih jika tangan Anda dalam keadaan tidak bersih.

Jika tertelan duri ikan cobalah untuk batuk dengan kencang. Pertolongan pertama ini sebagai bentuk usaha mengeluarkan duri ikan dari dalam kerongkongan.   

Bisa juga dengan cara minum air garam hangat. Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) RS Permata Depok, dr Linda Herliana, SpTHT-KL, Mkes, mengatakan air garam bersifat mengikat air. Sehingga kerongkongan akan cenderung kering dan kempes mukosanya. Kondisi ini diyakini akan memudahkan benda asing yang tertancap lebih mudah terlepas.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah menelan nasi yang sudah dikepal-kepal. Namun nasi yang dikepal jangan terlalu besar. Pasalnya jika terlalu besar justru akan membuat Anda tersedak. Jangan lupa siapkan air putih untuk ‘mendorong’ duri yang terlepas dari kerongkongan.

Selain kepalan nasi bisa juga menggunakan marshmallow atau pisang. Marshmallow yang memiliki tekstur tebal dan kenyal akan menjadi lengket jika terkena air liur. Hal ini diyakini akan memudahkan duri ikan tercabut. Hal serupa dengan pisang yang juga lengket jika terkena air. Namun sebaiknya sebelum ditelan, pisang dipotong-potong dulu dengan ukuran sedang.

Cara lainnya adalah dengan minum minyak zaitun yang bisa berfungsi seperti pelumas dalam kerongkongan. Lebih baik jika minyak zaitun diminum bersama dengan air hangat. Campuran air hangat dan minyak zaitun diyakini akan membuat duri ikan melunak dan mudah terlepas.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Christianto Wibisono

Analis Bisnis/ Pendiri Pusat Data Bisnis Indonesia (PDBI)

Didin S. Damanhuri, Prof., Dr., SE., MS., DEA

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB

Riza Annisa Pujarama

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Presiden sedang Menggali Kuburnya Sendiri             Duet Tango DPR & KPK             Utamakan Tafsir Moral ketimbang Tafsir Hukum dan Ekonomi             Langkah Menkeu Sudah Benar dan Fokuskan pada SKM 1             Industri Rokok Harus Tumbuh atau Dibiarkan Melandai             Perizinan Teknis Masih Kewenangan Daerah             Kiat Khusus Pangkas Birokrasi Perizinan di Indonesia             Politik Etika vs Politik Ekstasi              Kebutuhan Utama : Perbaiki Partai Politik             Pengaruh High Class Economy dalam Demokrasi di Indonesia (Bagian-1)