Kenali Manfaat dan Efek Samping Gowes Sepeda Bagi Kesehatan
berita
Sumber Foto : kayamotor.co
14 September 2019 09:00
Watyutink.com – Bersepeda merupakan salah satu bentuk olah raga yang murah dan beri banyak manfaat bagi kesehatan. Olah raga ini dapat dilakukan oleh semua usia, baik anak kecil, orang dewasa, maupun orang tua. Sebelum menjadikannya sebagai rutinitas, alangkah baiknya kenali manfaat dan efek samping dari bersepeda.

Tahukah Anda manfaat dan efek samping bersepeda bagi kesehatan?

Bersepeda secara teratur dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah, menguatkan jantung, serta menurunkan tekanan darah. Otot jantung yang biasa terlatih mampu mengantarkan darah dan oksigen keseluruh tubuh secara optimal. Makin baik kerja sistem peredaran darah, maka resiko terkena stroke, serangan jantung, dan hipertensi semakin menurun.

Otot dan sendi yang ikut terlibat dalam gerakan bersepeda membuatnya semakin kuat dan fleksibel. Selain itu koordinasi dan keseimbangan tubuh pun ikut terlatih.

Baca Juga

Berkat otot yang terlatih dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan pemkabaran kalori. Pembakaran kalori yang baik tentu sangat baik untuk menjaga berat badan agar tetap ideal. Selain itu tubuh yang aktif mampu menstabilkan produksi insulin sehingga terbebas dari resiko diabetes.

Dibalik manfaat berseda, terdapat efek samping yang harus diperhatikan. Bersepeda tidak dianjurkan bagi yang memiliki masalah dengan sedi serta nyeri rematik.

Selain itu gerakan yang berulang saat bersepeda menyebabkan msalah pada lutut. Terutama saat terjadi peningkatan intensitas, jarak yang terlalu jauh, serta penggunaan sadel yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Penggunaan sepeda gunung untuk rutinitas sehari-hari mampu meningkatkan resiko cidera punggung. Jenis sepeda ini biasanya digunakan dengan kecepatan tinggi dan jalur yang ekstrim.

Pilihlah jenis sepeda yang tepat serta bersepadalah selama 20-30 menit setiap dua hari sekali untuk mendapatkan manfaatnya bagi kesehatan.

(Zc)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Lana Soelistianingsih, Dr., S.E., M.A.

Ekonom Universitas Indonesia, Kepala Riset/ Ekonom Samuel Aset Manajemen

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Perubahan Nomenklatur Tak Efektif dalam Jangka Pendek             Ketergantungan pada Komoditas Dikurangi, Perbanyak Industri Olahan Berbasis Komoditas             Setia Ekspor Komoditas Alam, atau Diversifikasi Ekspor?             Perlu, Optimalisasi Non Tariff Measure (NTM)             Kebijakan NTM akan Bermanfaat, Selama Tidak Berlebihan.             Sesuaikan pilihan jenis NTM dengan karakteristik produk impor             Kebijakan Mandek Terganjal Implementasi, Koordinasi, Eksekusi               Pemerintah Sibuk Urusi Poliitk             Tinjau Kembali Struktur Industri Nasional             Benahi Dulu ICOR Indonesia