Konsumsi Bayam Berlebihan Dapat Memicu Asam Urat dan Batu Ginjal
berita
Sayur Bayam
04 May 2020 06:00
Watyutink.com – Salah satu sayuran yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah bayam. Sayuran yang dikenal sebagai makanan ‘Popeye The Sailor’ ini dikenal mengandung banyak vitamin, mineral, serat, dan zat nutrisi lainnya.

Namun meskipun mempunyai banyak manfaat, tidak disarankan mengkonsumsi bayam dalam jumlah berlebih. Pasalnya bayam diketahui mengandung beberapa zat yang tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan.

Tahukah Anda, apa akibatnya jika mengkonsumsi bayam terlalu banyak?

Salah satu kandungan yang terdapat dalam bayam adalah oksalat. Zat ini jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan hyperoxaluria atau kondisi yang dipicu oleh kombinasi antara kalsium dan kristal oksalat di dalam ginjal. Jika dibiarkan kondisi ini bisa memicu terbentuknya batu ginjal.

Selain itu makan bayam berlebihan bisa menyebabkan nyeri di punggung bawah, paha dalam, atau organ vital. Makan bayam berlebihan juga menyebabkan gangguan buang air kecil, kembung, dan mual. Kandungan serat tinggi pada bayam membuatnya lebih lama untuk dicerna. Hal inilah yang membuat makan bayam berlebihan bisa menyebabkan perut kembung.

Konsumsi bayam berlebihan juga bisa menimbulkan gangguan gastrointestina pada pencernaan. Kadar serat tinggi dalam bayam diketahui bisa memicu produksi gas berlebihan dalam perut yang bisa menyebabkan kram perut.

Penderita asam urat sebaiknya menghindari mengkonsumsi bayam. Pasalnya bayam dikenal mengandung kadar purin yang tinggi. Padahal asupan purin melebihi batas aman bisa meningkatkan risiko serangan asam urat.

Menkonsumsi bayam berlebih juga bisa menyebabkan gangguan keseimbangan mineral dalam tubuh. Selain menjadi pemicu gangguan ginjal, kadungan oksalat pada bayam juga bisa mengikat beberapa jenis mineral dalam tubuh seperti kalsium dan zat besi. Jika dikonsumsi berlebihan, dikhawatirkan bayam justru memicu gangguan kesehatan akibat penyerapan mineral yang berlebihan.

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF