Lebaran Terasa Sedih Tanpa Mudik dan Bertemu Orang Terkasih? Menangislah, Jangan Malu, Itu Menyehatkan!
berita
Menangis
24 May 2020 07:00
Watyutink.com – Hari raya atau lebaran tahun ini kita jalani dengan suasana berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita tidak dapat mudik untuk bertemu dan berkumpul dengan orangtua, keluarga, sanak saudara serta teman-teman terkasih. Bahkan sekadar untuk bersilaturahmi antar teman, kerabat dan tetangga yang berdekatan rumah saja kita disarankan tidak dilakukan demi mencegah penularan virus corana Covid-19. Ya, pandemi Covid-19 telah merebut suasana kegembiraan dan tawa yang biasanya ada saat kita merayakan hari kemenangan Idul Fitri  atau lebaran, setelah sebulan penuh beribadah puasa. Suasana kegembiraan dan gelak tawa jadi hilang, berganti kesedihan. Kesedihan yang menyebabkan tanpa terasa terasa kita ingin menangis

Jika ingin menumpahkan kesedihan dengan menangis, menangislah! Rasanya tidak ada orang yang tidak pernah menangis. Sehebat apapun dia, sekuat apapun dia pasti pernah mengalami kondisi psikis yang membuat air mata mengalir. Hal ini bukanlah sesuatu yang aneh. Pasalnya menangis adalah sarana bagi tubuh untuk menyalurkan emosi.

Menangis memang tidak selalu berkonotasi negatif. Anggapan menangis adalah cengeng tidak selamanya benar. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan menangis mempunyai akibat yang baik bagi tubuh. Menangis ternyata ada manfaatnya.

Tahukah Anda, apa saja manfaat menangis?

Selain sebagai sarana menyalurkan emosi, menangis ternyata juga salah satu cara untuk melepas ketegangan dan stres. Sebuah penelitian di Saint Paul Ramsey Medical Center, Minnesota, Amerika Serikat mengatakan air mata mengandung beberapa hormon stres sepreti prolactin, adrenocorticotropic, dan leucine enkephalin.

Saat mengalami stres, tubuh akan memproduksi hormon-hormon tersebut. Air mata yang keluar saat menangis diyakini membuat tubuh ‘membuang’ hormon tersebut. Akibatnya tubuh akan menjadi lebih rileks dan santai.

Selain menurunkan stres, hormon-hormon tersebut ternyata juga bisa membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

Dr Pete Sulack dari Saint Paul Ramsey Medical Center juga menemukan bukti bahwa menangis bisa menurunkan berat badan. Pasalnya saat stres mereda akibat menangis, sistem metabolisme tubuh akan bekerja semakin baik. Sehingga penumpukan lemak dalam tubuh menjadi berkurang dan mengakibatkan berat badan pun turun.   

Menangis juga membawa manfaat bagi kesehatan mata. Air mata yang keluar saat menangis diyakini dapat ‘mencuci’ mata dan menghilangkan kotoran. Air mata juga dapat menjaga lensa mata tetap segar dan terhindar dari kekeringan.

Selan itu air mata dapat melindungi mata dari serangan bakteri. Pasalnya air mata memiliki zat lisozim, yakni larutan enzim yang bisa membunuh bakteri dalam waktu singkat, kurang dari lima menit. Enzim ini diketahui juga terdapat pada cairan sekresi eksokrin, seperti air susu ibu (ASI), keringat, serta cairan hidung dan mulut.  

Para ahli menyebut, ada tiga jenis air mata, pertama adalah air mata basal. Air mata ini diproduksi tubuh untuk melembabkan mata. Selain itu ada pula air mata rileks, yakni air mata yang keluar untuk mengatasi iritasi akibat debu, asap, atau angin. Jenis ketiga adalah air mata psikis yakni air mata yang muncul akibat pengaruh emosional.

Menangis ternyata juga bisa meningkatkan mood atau suasana hati. Air mata yang keluar karena emosi diketahui mengandung protein albumin yang dapat meregulasi sistem metabolisme tubuh.

Selain itu menangis juga dapat meningkatkan kualitas tidur. Efek menenangkan dan meningkatkan mood akibat menangis ternyata dapat membantu seseorang tertidur lebih mudah. Hal ini terbukti pada bayi yang dapat tidur lebih nyenyak setelah menangis.

Meski belum ada penelitian tentang hal itu namun manfaat tersebut diyakini juga terjadi pada orang dewasa. 

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF