Mana yang Lebih Sehat, Makan Cepat atau Perlahan?
berita

19 January 2020 08:00
Watyutink.com - Seiring bertambahnya usia, kita cenderung semakin mengabaikan cara mengunyah makanan dengan benar. Sering kali kita makan dengan sangat cepat, mungkin karena dikejar waktu atau juga berbagai kesibukan yang membuat kita jadi terburu-buru mengonsumsi makanan. Padahal cara mengonsumsi makanan yang dikunyah dengan benar adalah sangat penting untuk kesehatan tubuh.

Tahukah Anda, mana yang lebih baik, makan secara perlahan atau cepat?

Pakar kesehatan menyarankan kita untuk mengunyah makanan setidaknya 5 hingga 10 kali untuk makanan lembut dan 20 sampai 30 kali untuk makanan padat dan keras, supaya makanan bisa benar-benar halus sebelum kita telan.

Mengonsumsi makanan secara perlahan dapat mengurangi berat badan dan mencegah terjadinya obesitas.

Biasanya orang dengan berat badan normal cenderung mengunyah makanan lebih lambat dibandingkan dengan orang yang kelebihan berat badan atau obesitas. Makan dengan perlahan juga bisa mengurangi stres, karena Anda menikmati makanan yang Anda kunyah secara halus. Selain itu makanan yang dikunyah secara halus dapat  menghasilkan metabolisme makanan yang baik dalam tubuh. Sedangkan makanan yang tidak terpecah secara halus dapat menyulitkan tubuh untuk menyerap semua vitamin, mineral, dan asam amino yang penting untuk tubuh.

Ketika makan terlalu cepat, justru akan turut meningkatkan risiko gangguan pencernaan. Menurut MedlinePlus, layanan dari Perpustakaan Kedokteran Nasional AS. Saat Anda makan terlalu cepat, makanan yang belum dikunyah secara sempurna tidak akan hancur sepenuhnya. Hal ini menyebabkan lambung harus bekerja ekstra keras untuk menggiling dan mencerna makanan tersebut. Kondisi ini dapat memicu terjadinya gastritis, peradangan pada lapisan lambung, serta gangguan pencernaan. Gangguan pencernaan memiliki banyak gejala, mulai dari naiknya asam lambung, rasa terbakar sampai perasaan kembung pada perut.

Oleh karena itu, mulailah makan secara perlahan. Biarkan lidah serta tubuh Anda untuk lebih menikmati makanan yang Anda konsumsi. Pada dasarnya tubuh manusia sudah dirancang sedemikian rupa untuk mencerna makanan dengan baik. (lien)

SHARE ON
OPINI PENALAR
close

PENALAR

PENALAR TERPRODUKTIF

Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia

Edgar Ekaputra

Pakar Industri Keuangan dan Ekonomi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI

Lia KIan, Dr.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila