Mengapa Makan Kurma Sebaiknya Ganjil? Ini Penjelasannya
berita

10 May 2019 16:45
Watyutink.com – Kurma adalah makanan yang kerap hadir saat berbuka puasa. Buah khas timur tengah ini diakui sangat baik dan bermanfaat dikonsumsi saat perut masih kosong setelah seharian berpuasa. Terlebih makan kurma saat berbuka puasa memang anjuran agama.

Namun sayangnya banyak orang yang makan kurma tanpa memperhatikan jumlahnya. Padahal agama Islam mengajarkan kita makan kurma dalam hitungan ganjil, satu, tiga, lima, atau tujuh.

Tahukah Anda, mengapa makan kurma sebaiknya ganjil?

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim, disebutkan bahwa siapa yang makan kurma tujuh butir maka akan terhindar dari racun dan sihir.

Ternyata dalam tinjauan ilmiah dan medis, makan buah kurma memang dianjurkan dalam hitungan ganjil. Sebuah penelitian yang dilakukan Musthafa Mohamed Essa, Ph.D, pakar Biochemistry-Nutrition and Neuropharmacology, Sultan Qaboos University, Oman membuktikan bahwa mengkonsumsi dalam hitungan genap, seperti dua, empat, enam dan seterusnya membuat kurma diubah menjadi gula dalam darah dan potassium tanpa menghasilkan energi.

Sebaliknya jika dikonsumsi dalam jumlah ganjil maka tubuh akan mengubah kurma menjadi karbohidrat. Hal ini bermanfaat untuk menambah energi dan mengembalikan stamina tubuh setelah seharian berpuasa.

Selain itu dalam penelitiannya Musthafa membuktikan kurma dapat melindungi otak dari stres oksidatif dan peradangan. Kadar vitamin B6 dalam buah kurma diyakini dapat meningkatkan kesehatan dan kinerja otak.

Musthafa juga menjelaskan buah kurma mengandung fenolat total dan antioksidan alami, seperti anthocyanin, asam ferulat, asam protocatechuic, asam caffeic dan senyawa polifenol. Zat-zat tersebut dapat membantu menghindarkan diri dari penyakit alzheimer.

Buah kurma juga bisa mengurangi risiko stroke. Penelitian yang dilakukan membuktikan risiko stroke berkurang hingga sembilan persen jika kita rutin mengkonsumsi kurma.

Rutin makan kurma juga bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Pasalnya kurma mengandung serat larut dan tidak larut yang dapat membersihkan sistem pencernaan. Hal ini memungkinkan usus besar bekerja pada tingkat efisiensi yang lebih tinggi.

Kandungan serat dalam kurma juga dapat menghindarkan kita dari susah buang air besar atau sembelit. Selain itu kurma juga mengurangi risiko kolitis, kanker usus besar, dan wasir.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nanang Djamaludin

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Keayahbundaan dan Perlindungan Anak.

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Rekonsiliasi ala Amien Rais Tidak Beretik Demokrasi             Indonesia Butuh Rupiah Kuat             Pembangunan Kodim untuk Wilayah 3T Urgen             Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Ancamanya             Rekonsiliasi Transaksional Rusak Mental Bangsa             Tak Ada Rekonsiliasi Tanpa Power Sharing             Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan