Mengapa Orang Bisa Takut Jarum Suntik, Simak Penjelasannya
berita
Ilustrasi/ Net
28 January 2021 17:15
Watyutink.com - Saat ini pemerintah tengah menggulirkan program vaksinasi. Hal ini sebagai upaya menangani pandemi Covid-19 yang masih melanda tanah air. Program yang dimulai pada Rabu 13 Januari 2021 itu ditandai dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disuntik vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech. 

Bagi sebagian orang disuntik adalah hal biasa. Namun bagi sebagian yang lain suntik adalah sesuatu yang menakutkan. Banyak orang yang takut disuntik atau lebih tepat diakatakan takut jarum suntik. Bukan hanya anak-anak tetapi orang dewasa pun takut jarum suntik.

Tahukah Anda, apa penyebab seseorang takut dengan jarum suntik? 

Penelitian yang pernah dilakukan menyebut vsekitar 22 persen manusia takut jarum suntik. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari trauma hingga faktor keturunan.

Meski belum diketahui secara pasti, para peneliti menyatakan fobia jarum suntik disebabkan faktor keturunan. Jadi jika Anda takut jarum suntik bisa jadi orang tua Anda pun mengalami hal sama. Besar kemungkinan anak Anda pun takut disuntik.

Namun rasa takut jarum suntik lebih banyak disebabkan karena bayang-bayang rasa sakit daripada faktor keturunan. Beberapa psikolog mengatakan rasa takut disuntik berawal dari pikiran bahwa luka tusukan sangat berbahaya bahkan mematikan.

Selain itu rasa sakit saat jarum suntik menembus kulit dan daging bisa menyebabkan fobia ini. Terutama bagi orang yang pernah mengalami trauma semacam itu, misalnya saat masih kecil pernah disuntik dokter dengan tidak lembut. Rasa sakit yang terasa akan menjadi trauma yang selalu teringat bahkan sampai dewasa.

Rasa takut jarum suntik harus dihilangkan. Pasalnya ada beberapa kondisi dimana kita harus disuntik. Jika takut disuntik bisa jadi proses penyembuhan bisa terkendala.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Abdillah Ahsan, Dr., S.E, M.S.E.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas indonesia, Peneliti Lembaga Demografi FEB UI