Mengapa Setiap Orang Butuh Libur, Ini Alasannya
berita

16 June 2019 17:30
Watyutink.com - Rutinitas sehari-hari seringkali membuat seseorang merasa jenuh. Tekanan dan kesibukan kerja kerap membuat semangat dan etos kerja cenderung menurun. Itulah sebabnya setiap orang membutuhkan jeda atau waktu luang guna melupakan kesibukan dan rutinitas sehari-hari.

Namun hal tersebut sering diabaikan. Tuntutan target kerja kerap menjadi alasannya. Kita pun tetap memaksakan diri bekerja meski sebetulnya mulai merasa jenuh.

Tahukah Anda, mengapa setiap orang membutuhkan libur atau cuti?

Penelitian yang dilakukan oleh University of California, AS membuktikan bahwa jeda atau libur dari rutinitas sehari-hari bermanfaat bagi kesehatan. Pasalnya libur bisa menurunkan tingkat stres dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Liburan selama enam hari diyakini dapat menurunkan risiko depresi dan demensia.

Seseorang yang melakukan liburan akan merasa sejahtera hingga 30 hari atau sebulan. Hal itu lantaran saat liburan terjadi perubahan sekitar 20 ribu gen yang terkait dengan penurunan stres dan peningkatan imunitas tubuh.

Sebuah studi yang dilakukan Families and Work Institute menyatakan setidaknya terdapat empat alasan mengapa setiap orang butuh libur.

Alasan pertama adalah untuk meningkatkan memori. Direktur Imaging Research Center, University of Texas, AS, dr Russell Poldrack menyebut berlibur akan memberikan pengalaman baru. Hal ini akan membuat otak merespons dengan melepaskan dopamin ke dalam hippocampus, yakni bagian otak yang menciptakan memori atau kenangan. Akibatnya kemampuan memori akan meningkat. Sekaligus melindungi seseorang dari penyakit Alzheimer.

Liburan ternyata juga bisa meningkatkan kreativitas. Pasalnya selama liburan kemampuan memecahkan masalah akan bertambah. Libur juga dapat meningkatkan kesadaran akan koneksi yang terputus serta mendorong orang untuk mencoba sesuatu yang baru.

Saat seseorang merasa lelah dan jenuh,
korteks prefrontal akan kewalahan akibat banyaknya hormon stres. Hal ini membuat seseorang kehilangan fokus atau konsentrasi. Itulah sebabnya setiap orang perlu mengambil waktu jeda atau cuti guna mempertajam kembali konsentrasi. Terutama bagi orang yang setiap hari berada dalam kondisi serius.

Sebuah studi membuktikan libur selama dua hingga tiga hari akan memberikan waktu istirahat dan tidur yang lebih berkulitas. Hal ini dipercaya dapat meningkatkan memori dan kesehatan otak hingga 80 persen. Itulah sebabnya setelah cuti atau libur seseorang akan merasa lebih segar dan bersemangat.

Jadi, jika sudah merasa jenuh bahkan stres, itu tandanya Anda butuh liburan. Segera ajukan cuti kepada atasan!

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

TOPIK TERPOPULER

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

YB. Suhartoko, Dr., SE., ME

Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Keuangan dan Perbankan Unika Atma Jaya Jakarta

Mohammad Faisal

Direktur Centre of Reform on Economic (CORE) Indonesia

FOLLOW US

Aturan Timbulkan Administration Cost, Beban Bagi UMKM                Pelaku Bisnis E-commerce Tak Perlu Berbadan Hukum             Hambat Usaha Kecil Naik Kelas             Investor Tak Terpengaruh Prediksi Ekonomi RI             Moody’s Tak Tahu Jeroan Indonesia             Ada  Gap, Ada Ketimpangan             Prioritas Utama Tingkatkan Pertumbuhan             Dana Desa Berhadapan dengan Kejahatan Sistemik             Pembangunan Desa Tidak Bisa Berdiri Sendiri             Harus Disadari, Korupsi akan Mengikuti Kemana Uang Mengalir