Mengenal Beras Organik, Bahan Pangan Bebas Zat Kimia yang Menyehatkan
berita

03 May 2019 17:10
Watyutink.com – Tidak bisa dipungkiri semangat masyarakat untuk berpola hidup sehat saat ini semakin meningkat. Itulah sebabnya beragam produk herbal kini mulai banyak digemari. Pasalnya produk herbal diyakini dibuat tanpa ada campuran bahan kimia, sehingga dirasa lebih sehat.

Selain produk herbal, yang juga sedang digemari adalah produk bahan makanan organik, seperti sayuran, buah dan beras organik. Sama seperti produk herbal, bahan makanan organik dipercaya lebih sehat lantaran bebas dari paparan zat-zat kimiawi.

Tahukah Anda, apa sebenarnya beras organik dan apa pula manfaatnya bagi kesehatan?

Beras organik adalah beras yang saat dibudidayakan tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia. Beras organik ditanam dan dipelihara menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Selain berbahaya bagi kelestarian lingkungan dan ekosistem, penggunaan pupuk dan pestisida kimia diyakini dapat mengganggu kesuburan tanah.

Proses budidaya beras organik dilakukan dengan menggunakan pupuk organik, seperti kompos, pupuk hijau dan pupuk hayati. Sedangkan untuk memberantas hama, beras organik menggunakan pestisida alami yang dihasilkan dari proses fermentasi daun-daunan dan buah-buahan secara alami.

Sedangkan bagi manusia, mengkonsumsi beras organik diyakini dapat menyehatkan tubuh. Mengkonsumsi beras organik dapat mengurangi kadar urea dan kadar logam berat dalam darah. Kedua bahan ini seringkali terpapar dalam tubuh akibat mengkonsumsi beras biasa atau non organik. Pasalnya beras biasa atau non organik ditanam dengan menggunakan pupuk dan pestisida kimia .

Beras organik juga memiliki kandungan nutrisi dan mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan proteinnya mudah terurai, sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi penderita diabetes. Beras organik juga baik untuk program diet, mencegah kanker, serangan jantung, asam urat, darah tinggi dan vertigo.

Selain itu mengkonsumsi beras organik juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah sakit, memperlambat penuaan dini. Beras organik juga kaya akan kandungan asam amino dan zat karsinogenik. Bahkan kandungan flavonoid dalam beras organik lima kali lebih banyak dibandingkan beras biasa. Itulah sebabnya beras organik baik untuk menjaga kesehatan ginjal dan mencegah kerusakan organ hati.

Terdapat beberapa jenis beras organik yang dipasarkan, yakni beras organik hitam. Kandungan nutirisi dalam beras organik hitam diketahui lebih banyak dibandingkan dua jenis beras organik lainnya.  Beras organik hitam memiliki beragam kandungan baik seperti kalori sebanyak 352,46, protein 10,74 persen, lemak 2,62 persen, karbohidrat 71,47 persen, dan dietary fiber 0,75 persen.

Jenis kedua adalah beras organik merah. Konon beras ini sudah dikenal sejak 2800 tahun sebelum masehi. Saat ini para tabib menggunakanna sebagai salah satu bahan untuk pengobatan.

Beras organik merah dikenal memiliki rasa yang enak, bahkan meski dimakan tanpa laun dan sayur. Mengkonsumsi secangkir beras organik merah dapat membantu mencukupi kebutuhan 21 persen kebutuhan magnesium pada tubuh. Beras organik merah juga memiliki banyak kandungan selenium yang berperan sebagai katalisator untuk memecah peroksida yang menjadi ikatan tidak berisifat toksik.

Jenis selanjutnya adalah beras organik putih. Tampilan beras organik putih hampir tak ada bedanya dengan beras biasa. Itulah sebabnya jenis ini paling banyak dikonsumsi sebab aromanya lebih wangi dan rasanya lebih pulen. Kandungan nutrisi dan mineral dalam beras organik putih juga cukup tinggi.  

Jenis terakhir adalah beras organik coklat yang tampilannya mirip dengan beras ketan. Berbeda dengan beras organik lainnya yang bisa tahan hingga 24 jam, beras organik coklat lebih cepat basi. Meski demikian kandungan nutrisi dan mineral dalam beras organik coklat tak kalah dengan beras organik lainnya.

SHARE ON
OPINI PENALAR

PILIHAN REDAKSI

close

PENALAR

PILIHAN REDAKSI

PENALAR TERPRODUKTIF

Ujang Komarudin, Dr., M.Si.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia

Nanang Djamaludin

Direktur Eksekutif Jaringan Anak Nusantara (JARANAN), Konsultan Keayahbundaan dan Perlindungan Anak.

Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)

FOLLOW US

Rekonsiliasi ala Amien Rais Tidak Beretik Demokrasi             Indonesia Butuh Rupiah Kuat             Pembangunan Kodim untuk Wilayah 3T Urgen             Harus Disesuaikan dengan Kebutuhan dan Ancamanya             Rekonsiliasi Transaksional Rusak Mental Bangsa             Tak Ada Rekonsiliasi Tanpa Power Sharing             Polisi Tunduk Pada Hukum             Inovasi Kebijakan yang Tidak Menjual             Kebijakan Tergantung Tujuan Awalnya             Kebaya Tak Perlu Dipertanyakan